Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Senat Unsoed Diminta Segera Sikapi Kasus Korupsi

badan eksekutif mahasiswa, universitas jenderal soedirman, kasus dugaan korupsi

Posted on 07 Mar 2013. Hits : 815

Sejumlah aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto meminta senat Unsoed segera menyikapi kasus dugaan korupsi di perguruan tinggi ini yang sedang ditangani kejaksaan.

Permintaan tersebut mereka sampaikan melalui aksi diam yang digelar di depan Patung Jenderal Soedirman Unsoed Purwokerto, Rabu sore.

Dalam aksi diam tersebut, mahasiswa menutup mulut mereka dengan lakban.

Selain itu, mereka membawa poster bertuliskan "Usut UKT Unsoed", "1. Unit Cost Tidak Efisien, 2. Nominal UKT Wajib Turun, 3. Usut Tuntas Korupsi Unsoed", "Selamatkan Unsoed, Senat Bersikaplah", dan "Sugeng Rawuh Om Dikti".

Presiden BEM FISIP Unsoed Fica Adi Nugraha mengatakan aksi diam ini sebagai bentuk sindiran terhadap senat fakultas maupun universitas yang belum mengambil sikap terhadap kasus dugaan korupsi di Unsoed yang sedang ditangani Kejaksaan Negeri Purwokerto.

"Kami mendesak agar senat fakultas dan universitas segera bersikap, jangan biarkan masalah ini berlarut-larut," katanya.

Selain itu, kata dia, mahasiswa juga meminta Kejari Purwokerto segera menyelesaikan kasus korupsi di Unsoed hingga ke akar-akarnya.

Menurut dia, lambannya penanganan kasus ini dapat menghambat pembahasan nominal uang kuliah tunggal (UKT) Unsoed.

"Padahal, nominal UKT tersebut sangat ditunggu-tunggu mahasiswa," katanya.

Koordinator aksi Pendy Widjanarko mengatakan gerakan bersih-bersih dari kasus korupsi di Unsoed harus didukung semua pihak.

Oleh karena itu, dia mengharapkan Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Haryono Umar yang saat ini sedang menelisik kasus dugaan korupsi di Unsoed, dapat mengambil tindakan tegas.

Menurut dia, manajemen keuangan di Unsoed sangat tidak efisien dan transparan.

"Kami berharap Irjen Kemendikbud dapat mengambil tindakan tegas dan memperbaikinya," katanya.

Dia juga mengaku kecewa terhadap sikap dosen dan guru besar yang "tiarap" dalam menyikapi kasus dugaan korupsi di Unsoed.

"Mereka (dosen dan gurubesar) seolah mencari aman dan tak mau ambil risiko untuk ikut membersihkan kampus dari perilaku koruptif," katanya.

Usai melaksanakan aksi diam selama satu jam, mereka membubarkan diri dengan tertib dan kembali ke Kampus FISIP Unsoed.

Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri Purwokerto hingga saat ini masih menyidik kasus dugaan korupsi dana BLU Unsoed, salah satunya penyimpangan dana hibah terikat dalam proyek kerja sama Unsoed dengan PT Aneka Tambang senilai Rp5,8 miliar dengan nilai kerugian negara sekitar Rp2 miliar.

Dalam kasus ini, Kejari Purwokerto telah menetapkan tiga tersangka, yakni Rektor Unsoed Edy Yuwono, Kepala Unit Pelaksana Teknis Percetakan Winarto Hadi, dan Assistant Senior Manager CSR Post-Mining PT Antam Suatmadji.

Kejari Purwokerto menjerat tiga tersangka tersebut dengan Pasal 2, 3, 9, dan 12 B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Jika mengacu pada pasal-pasal tersebut, ancaman hukuman terhadap para tersangka maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp1 miliar.(ant/rd)

Kemarau Tak pengaruhi Aktivitas Pelindo

Musim kemarau yang cukup panjang dalam enam bulan terakhir tidak mempengaruhi aktivitas PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Palembang melayani bongkar muat kapal konvensional dan peti kemas di Pelabuhan Boom Baru.

Cianjur Harapkan Program PPIP Dilanjutkan

Dinas Tata Tuang dan Pemukiman (Distarkim) Cianjur, Jabar, berharap Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) terus dilanjutkan karena bermanfaat bagi masyarakat.

Tangerang Bangun Seribu Ruang Kelas Baru

Pemerintah Kota Tangerang, Banten, akan membangun sebanyak 1.

Wali Kota Madiun Sidak Sejumlah Proyek Besar

Wali Kota Madiun Bambang Irianto melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah proyek berskala besar di wilayahnya yang menggunakan dana APBD setempat hingga miliaran Rupiah.

Citra DPR Diprediksi Makin Buruk

Citra DPR akan semakin terpuruk di mata masyarakat jika para anggotanya tetap berebutan kekuasaan di lembaga tersebut, kata pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Muhammad Yamin.