Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Sang Maestro Makassar Meninggal Dunia

iwan tompo daeng liwang, penyanyi makassar, seniman makassar, pencipta lagu daerah bugis makasssar

Posted on 23 May 2013. Hits : 316

Ratusan masyarakat, tokoh, pejabat lingkup Pemerintah Kota Makassar dan Provinsi Sulsel serta rekan-rekan penyanyi dan seniman Makassar melayat di rumah duka Sang Maestro, Iwan Tompo Daeng Liwang di Jalan Mallangkeri III, Makassar, Kamis.

Penyanyi kawakan dan pencipta lagu daerah Bugis Makasssar ini menderita penyakit diabetes serta komplikasi dan sempat masuk di rumah sakit selama dua bulan. Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di rumah duka, Kamis, sekitar pukul 07:30 WITA.

Almarhum meninggal di usia 58 tahun, lahir di Makassar 6 September 1952 dengan meninggalkan dua istri dan enam anak. Pencipta lagu daerah lebih dari 500-an ini dikenal sangat baik di kalangan seniman dan solidaritas sesama teman tidak diragukan lagi Kiswan anak pertama almarhum menyebutkan, sebelum ayahnya meninggal saat bangun pagi memyempatkan sarapan nasi kuning dan tidak mengeluh sama sekali.

"Bapak sempat makan nasi kuning pagi tadi dan setelah itu ke kamarnya, sempat istirahat dengan kedua tangannya ditaruh diatas dada mirip orang ketika shalat, ternyata beliau sudah tahu ingin dipanggil, saat saya bangunkan belaiu sudah meninggal," tuturnya sedih.

Dia menuturkan, ayahnya berpesan kepada dirinya agar melanjutkan karya-karya lagu-lagu daerah termasuk lagu terakhir yang diciptakannya berjudul 'Teako Pale' untuk direkam sebagai kenangan terakhir.

"Saya diberi pesan terakhir untuk melanjutkan karya-karya lagu, temasuk lagu terakhir yang belum selesai digarap," tuturnya Sementara sahabat almarhum Natsir mengaku, Rabu malam (22/5) dirinya sempat berbincang dengan pelantun "Anak Kukang (anak terbuang)" tersebut di rumah pribadinya. Bahkan beberapa lagu yang akan dilansir juga telah dibicarakan.

"Beliau sempat berbicara banyak sama saya, bahkan minta digendong, saya juga heran mungkin itu pertada terakhir almarhum akan dipanggil, saya pun dapat kabar setengah jam usai meninggal," akunya.

Sementara Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, saat melayat di rumah duka mengatakan, masyarakat sangat kehilangan sosok pejuang seni di Makasssar khususnya dan di Indonesia secara umum yang mempopulerkan lagu-lagu daerah di Indonesia hingga ke luar negeri.

"Kami sangat kehilangan atas meninggalnya almarhum, beliau adalah sosok inovator, inspirasi dan motivator bagi penyanyi muda. Mudah mudahan di Makassar akan lahir banyak iwan tompo lainnya dimasa mendatang meneruskan niatannya memberdayakan lagu daerah," ucapnya.

Almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum, Kelurahan Biringromang, Kassi, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar usai shalat Adzhar, tempat dimana keluarganya di makamkan. Ratusan orang mengantar jenazah hingga keliang lahat. Proses pemekaman disertai dengan hujan cukup lebat selama 15 menit. (ant/ed)

AP TUnggu Rencana Pembangunan Bandara Buleleng

PT Angkasa Pura I (Persero) menunggu kelanjutan dari pemerintah daerah terkait rencana pembangunan bandara di Kabupaten Buleleng, Bali, yang hingga kini belum ada kejelasan.

KONI Godok 400 Atlet Berbakat

Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Medan membina 400 atlet muda berbakat yang juga diproyeksikan sebagai pelapis atlet senior yang akan memasuki masa pensiun.

Denda Biaya Balik Nama Kendaraan Dihapuskan

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membebaskan pembayaran denda biaya balik nama atas Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dari luar provinsi itu.

Sekolah Dilarang Potong Dana BSM

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, melarang pihak sekolah di daerah itu memotong dana bantuan siswa miskin.

Penundaan Sandar Kapal Tidak Matikan Ekonomi

Penundaan sandar kapal CPO di Pelabuhan Teluk Bayur Padang dinilai tidak mematikan ekonomi Sumatera Barat (Sumbar).