Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Ratusan Desa Jateng Masuk Program Optimalisasi Pekarangan

program optimalisasi pekarangan, desa mandiri pangan

Posted on 28 Feb 2013. Hits : 257

Sebanyak 632 desa di Jawa Tengah masuk dalam program optimalisasi pekarangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2013.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Gayatri Indah Cahyani di Magelang, Rabu, mengatakan bahwa program tersebut untuk menunjang penyelenggaraan produksi dan penyediaan pangan yang aman dan bergizi bagi masyarakat.

"Hal ini disiapkan untuk diversifikasi atau penganekaragaman makanan," katanya usai acara Sosialisasi Ketahanan Pangan yang Beragam, Bergizi, Aman, dan Sehat di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur.

Ia mengatakan, saat ini, terdapat 800 desa mandiri pangan di provinsi itu. Program ini penting dilakukan agar masyarakat bisa terpenuhi pola pangan yang sehat dan tidak hanya berupa karbohidrat dari nasi.

"Jadi, pekarangan dimanfaatkan untuk menanam sayuran, buah-buahan, dan hal itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

Menurut dia, hal itu untuk menurunkan tingkat konsumsi beras di Jateng mencapai angka 83,93 kilogram per kapita per tahun. Meskipun masih rendah dibandingkan total angka di Indonesia, pola konsumsi masyarakat dipandang belum beragam.

"Konsumsi sayur dan buah masih kurang, bukan hanya konsumsi beras. Ini yang perlu ditingkatkan," katanya.

Yang menjadi target, kata dia, adalah pola pangan harapan yang seimbang, masyarakat terpenuhi akan unsur karbohidrat, protein, lemak, dan mineral.

Beberapa wilayah di Jateng yang saat ini dia nilai cukup bagus ketahanan pangannya adalah Temanggung, Wonogiri, dan Kebumen.

"Mereka masih mempertahankan camilan yang bukan dari beras. Malah ada yang baru mengenal beras dari raskin," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Sri Suliyanti, mengatakan bahwa tingkat konsumsi beras di Indonesia masih relatif tinggi daripada beberapa negara di Asia.

Ia menyebutkan pola konsumsi beras di Indonesia saat ini mencapai angka 135 kilogram per kapita per tahun.

"Angka tersebut di atas ideal yang berkisar 90 kilogram per kapita per tahun. Pola makanan masyarakat Indonesia masih kurang beragam. Jadi, perlu mengubah pola pikir bahwa sumber karbohidrat bukan hanya beras," katanya menandaskan.(ant/rd)

Wacana Evaluasi Kepemipimpinan Partai Golkar Menguat

Politisi senior Partai Golkar, Zainal Bintang mengatakan, wacana evaluasi kepemimpinan di Partai Golkar menguat menyusul hasil suara partai Golkar pada pemilu legislatif 2014 berdasarkan hitung cepat hanya sekitar 14.

Arema Kembali Rebut Posisi Puncak Klasemen

Arema Cronus Indonesia Malang, Jawa Timur, kembali merebut posisi puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia setelah mengalahkan Pelita Bandung Raya 3-0 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu malam.

Kejaksaan Selidiki Proyek Lampu Stadion Tanjabar

Kejaksaan Negeri Kuala Tungkal tengah menyelidiki proyek lampu stadion Persitaj Tanjung JabungBarat (Tanjabar) tahun 2012 senilai Rp2,7 miliar, karena diduga telah terjadi penggelembungan harga (mark up).

Dua Pemuda Ditangkap Menenggak Minuman Keras

Dua orang pemuda ditangkap oleh polisi saat melakukan patroli rutin karena diketahui menenggak minuman keras di lokasi pasar di kota tersebut.

Polisi Banjarmasin Tangkap Penjual Narkoba

Satuan Narkoba Polresta Banjarmasin, menangkap seorang pria yang diketahui sebagai penjual narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di wilayah Pekapuran Raya Banjarmasin Timur.