Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Ratusan Desa Jateng Masuk Program Optimalisasi Pekarangan

program optimalisasi pekarangan, desa mandiri pangan

Posted on 28 Feb 2013. Hits : 308

Sebanyak 632 desa di Jawa Tengah masuk dalam program optimalisasi pekarangan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jateng 2013.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Gayatri Indah Cahyani di Magelang, Rabu, mengatakan bahwa program tersebut untuk menunjang penyelenggaraan produksi dan penyediaan pangan yang aman dan bergizi bagi masyarakat.

"Hal ini disiapkan untuk diversifikasi atau penganekaragaman makanan," katanya usai acara Sosialisasi Ketahanan Pangan yang Beragam, Bergizi, Aman, dan Sehat di Taman Lumbini, kompleks Candi Borobudur.

Ia mengatakan, saat ini, terdapat 800 desa mandiri pangan di provinsi itu. Program ini penting dilakukan agar masyarakat bisa terpenuhi pola pangan yang sehat dan tidak hanya berupa karbohidrat dari nasi.

"Jadi, pekarangan dimanfaatkan untuk menanam sayuran, buah-buahan, dan hal itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.

Menurut dia, hal itu untuk menurunkan tingkat konsumsi beras di Jateng mencapai angka 83,93 kilogram per kapita per tahun. Meskipun masih rendah dibandingkan total angka di Indonesia, pola konsumsi masyarakat dipandang belum beragam.

"Konsumsi sayur dan buah masih kurang, bukan hanya konsumsi beras. Ini yang perlu ditingkatkan," katanya.

Yang menjadi target, kata dia, adalah pola pangan harapan yang seimbang, masyarakat terpenuhi akan unsur karbohidrat, protein, lemak, dan mineral.

Beberapa wilayah di Jateng yang saat ini dia nilai cukup bagus ketahanan pangannya adalah Temanggung, Wonogiri, dan Kebumen.

"Mereka masih mempertahankan camilan yang bukan dari beras. Malah ada yang baru mengenal beras dari raskin," katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Sri Suliyanti, mengatakan bahwa tingkat konsumsi beras di Indonesia masih relatif tinggi daripada beberapa negara di Asia.

Ia menyebutkan pola konsumsi beras di Indonesia saat ini mencapai angka 135 kilogram per kapita per tahun.

"Angka tersebut di atas ideal yang berkisar 90 kilogram per kapita per tahun. Pola makanan masyarakat Indonesia masih kurang beragam. Jadi, perlu mengubah pola pikir bahwa sumber karbohidrat bukan hanya beras," katanya menandaskan.(ant/rd)

70 Persen Sungai Tercemar Limbah Rumah Tangga

Sekitar 60-70 persen sungai di Indonesia tercemar limbah domestik atau rumah tangga sedangkan limbah yang mampu diolah baru 6,1 persen.

Militer AS Diminta Tumpas Ebola

Sierra Leone, Rabu (26/11) meminta Amerika Serikat untuk mengirim bantuan militer guna memerangi Ebola karena situasinya masih tertinggal dari Guinea dan Liberia yang merupakan negara tetangga di Afrika Barat dalam memerangi virus itu.

Apindo Ingatkan Pengusaha Sawit Soal Kenaikan Upah

Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP Apindo) mengingatkan kepada pengusaha sawit agar berhati-hati terhadap kecenderungan tuntutan upah pekerja yang di luar kewajaran.

Pencurian Kendaraan di Jakpus Hampir Capai 600 Kasus

Kepolisian Resort Metro Jakarta Pusat mencatat hingga Oktober 2014 telah ada 592 kasus pencurian kendaraan bermotor dari roda dua hingga roda empat di wilayah Jakarta Pusat.

Harga Cengkih Manado Naik Tipis

Harga cengkih, salah satu komoditas unggulan petani Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), naik menjadi Rp139 ribu per kilogram(kg) pada pekan ketiga November 2014.