Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Perajin Kolang Kaling Mulai Bermunculan

ramadhan , perajin manisan, kolang-kaling, rejanglebong, bengkulu

Posted on 24 Jun 2013. Hits : 329

Menjelang datangnya bulan Ramadhan 1434 Hijriah perajin manisan kolang-kaling di sejumlah kecamatan di Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, saat ini mulai bermunculan.


Pantauan sejumlah perajin kolang-kaling itu terlihat di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Curup Tengah, kemudian di sejumlah desa dalam Kecamatan Binduriang, Curup Selatan serta beberapa kecamatan lainnya. Mereka sejak jauh-jauh hari mulai memeroduksi buah aren guna dijadikan manisan kolang-kaling untuk memenuhi permintaan warga kota dan kabupaten di Sumsel, bahkan sampai ke kota-kota di Jawa.

"Ini semua pesanan dari pedagang pengumpul untuk dijual ke Bandung, mereka memesan sejak sebulan sebelum datangnya puasa. Kolang-kaling yang sudah jadi disimpan di bak penampungan dan jika sudah banyak akan diambil pemesan," kata Sukri (43) salah seorang perajin kolang-kaling di Desa Air Meles Atas, Senin.

Manisan kolang-kaling yang dihasilkan warga daerah itu kata dia, setiap tahunnya bisa mencapai puluhan ton. Buah yang diambil dari pohon aren tersebut dijual ke pedagang pengumpul atau mereka sebut "toke" guna memenuhi permintaan luar daerah, sedangkan untuk permintaan pedagang lokal biasanya baru ada beberapa hari memasuki puasa.

Manisan kolang-kaling atau di daerah ini disebut "beluluk" yang biasanya dijadikan kolak untuk berbuka puasa itu saat ini mereka jual seharga Rp3.000 hingga Rp4.500 per kg, tergantung dengan kualitas buahnya. Buah itu sendiri mereka beli dari petani gula aren, per tandan yang beratnya bisa mencapai 25 kg, dengan harga Rp15.000 - Rp20.000 per tandan.

Sementara itu menurut Karman (56) perajin kolang-kaling di kawasan dua jalur, Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup Tengah, untuk memenuhi permintaan manisan kolang-kaling dari Jawa setiap tahunnya pemesan langsung mengirimkan pekerja untuk mengolah buah beluluk dari kebun warga.

"Pada tahun-tahun sebelumnya toke dari Jawa langsung mengirimkan pekerjanya untuk memenuhi permintaan kolang-kaling baik permintaan pabrik maupun pedagang manisan kolang-kaling. Mereka biasanya mengontrak rumah kemudian membeli buah dari kebun dan mengolahnya serta langsung mengirimnya ke Jawa," ujarnya.

Stok buah kolang-kaling mentah di daerah itu tambah dia, saat ini sangat banyak sehingga pengolahannya membutuhkan tenaga khusus, karena buah ini harus direbus terlebih dahulu kemudian dikupas guna memisahkan daging buah dengan cangkangnya. Kendati produksinya menguras tenaga dan waktu yang lama, namun buah ini setiap tahunnya menjadi salah satu menu favorit umat Muslim untuk berbuka puasa. (ant/ed)

Jasad Nelayan Bangka Tengah Ditemukan Mengapung

Jasad Zaili (55), seorang nelayan Desa Perlang, Bangka Tengah, Bangka Belitung, ditemukan mengapung tidak jauh dari perahu dayungnya yang terbalik dihantam gelombang tinggi.

Anggota Paskhas Korban Hercules Dipulangkan Dengan Kapal

Jenazah anggota Batalyon 462 Pasukan Khas TNI AU Pratu Rudi Haryono yang merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules A-1310 akan diberangkatkan dengan kapal dari Kota Pekanbaru ke Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.

Dishub Sulsel Persiapkan Sertifikasi Sopir Taksi

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Sulawesi Selatan Masykur A Sulthan mengatakan pihaknya mulai melakukan persiapan terkait sertifikasi sopir taksi.

Telkom Fasilitasi Komunikasi 26 Kapal Pelni

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) serius menggarap solusi di sektor komunikasi dengan menggelontorkan dana Rp75 miliar untuk memberikan layanan 'On-Ship Connectivity' di 26 kapal milik PT Pelni (Persero).

Tiket Bus Dari Jombor Sleman Habis Dipesan

Tiket bus untuk mudik Lebaran dengan tujuan sejumlah kota di luar Pulau Jawa yang akan berangkat dari Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, telah habis dipesan.