Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Penataan Kawasan Kumuh Jadi Fokus Jokowi

joko widodo, kawasan kumuh, program penataan

Posted on 07 Feb 2013. Hits : 383

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku fokus terhadap penataan kawasan kumuh atau "slum area" di ibukota selama menjalani masa kepemimpinannya.

"Dalam waktu lima tahun ini, saya akan menitikberatkan perhatian untuk membangun dan menata kawasan kumuh di Jakarta," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis.

Terkait biaya yang diperlukan, Jokowi mengatakan tidak hanya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, tetapi juga dari pihak swasta melalui program-program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kawasan kumuh di Jakarta jumlahnya mencapai 360 titik. Ini menjadikan Jakarta sebagai salah satu dari enam ibukota dengan slum area terbanyak di dunia. Oleh sebab itu, kita akan cari CSR sebanyak-banyaknya untuk mendukung jalannya program penataan kampung," ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, langkah pertama yang harus ditempuh dalam program penataan kampung adalah membeli banyak lahan untuk membangun rumah susun (rusun).

Diperkirakan, lanjut Jokowi, dibutuhkan lahan 1.200 hektare untuk program penataan kampung.

"Lahan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI saat ini baru 250 hektar. Sementara itu, diperlukan sebanyak 700 tower atau 7.000 unit rusun untuk menata 360 'slum area'," tutur Jokowi.

Jokowi mengungkapkan salah satu titik yang akan dibangun rusun, yaitu di Daan Mogot dengan luas 18 hektar dan Cilincing seluas tiga hektar.

Selain itu, ada juga di Manggarai dan Kawasan Berikat Nusantara (KBN).

Sementara itu, untuk menampung warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit akan segera dibangun sekitar tiga atau empat tower rusun di daerah Muara Baru.(ant/rd)

KIPP Apresiasi Sikap Demokrat

Komite Indonesia Pemantau Pemilu (KIPP) mengapresiasi sikap Partai Demokrat yang pada detik-detik akhir memutuskan mendukung pemilihan langsung.

Cagar Budaya Bawah Laut Sulit Dijaga

Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kacung Maridjan mengatakan cagar budaya bawah air sangat sulit untuk dijaga.

Salah Sebut Nama Presiden, Penyiar TV Dipecat

Seorang penyiar televisi di India dipecat setelah menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping sebagai "Sebelas" Jinping, demikian keterangan pejabat stasiun televisi Doordarshan pada Jumat.

Taekwondoin Jambi Target Emas Kejurnas

Atlet taekwondo (taekwondoin) binaan Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) Jambi menargetkan bisa meraih dua medali emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Kendari, 20-24 September.

DKI Gunakan Sistem Kuburan Tumpang Tindih

Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta menerapkan tempat pemakaman umum (TPU) tumpang tindih karena lahan perkuburan umum di daerah itu semakin terbatas.