Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Pemkab Kulon Progo Tata Kawasan Pasir Mendit

pemkab, kulon progo, pasir mendit

Posted on 12 Jan 2013. Hits : 347

 Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera melakukan penataan kawasan Pasir Mendit sebagai objek wisata alternatif, sehubunggan Pantai Glagah diperuntukan ruang untuk bandara.

"Rencananya mengembangkan pariwisata daerah pesisir akan dilakukan di Pasir Mendit. Kami optimistis, jika Pasir Mendit dikelola dan dibangun infrastruktur yang memadai akan menjadi objek wisata yang indah," kata Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, Sabtu.

Ia mengatakan, potensi yang dapat dikembangkan di kawasan Pasir Mendit yakni pesona Sungai Bogowonto, tambak udang, mangrove, laguna, dan kuliner.

Saat ini, kata bupati, Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan (Dinas Kepenak), Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsonakertrans) telah merintis tambak udang di Pasir Mendit dan mulai penataan pemanfaatan lahan.

"Pasir Mendit memiliki keindahan dan potensi yang tersebunyi. Pemda memang belum memanfaatkan secara optimal Pasir Mendit karena keterbatasan anggaran," kata Hasto.

Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya Dinas Kepenak Kulon Progo, Eko Purwanto, mengatakan pasir Mendit merupakan pusat budi daya undang terbesar. Saat ini, di Pasir Mendit sedang dikembangkan pusat budi daya udang vaname dan Windu yang berkualitas ekspor.

"Kualitas udang di Pasir Mendit sangat bagus dengan kualitas ekspor. Pada 2013 ini, kami sudah menganggarkan dana pengembangan melalui anggaran Pendapatan dan belaja daerah (ABPD) untuk bantuan kepada kelompok budi daya dengan masing-masing bantuan Rp250 juta," kata Eko.

Menurut dia, budi daya udang kalangan pembudidaya udang Pasir Mendit memiliki potensi sangat bagus kedepannya. Untuk mendorong percepatan produksi, Dinas Kepenak mendorong masyarakat untuk memperluas lahan budi daya udang dengan kualiatas ekspor.

Saat ini, udang hasil budi daya udang di Pasir Mendit sudah diekspor melalui pengepul dari Cirebon (Jawa Barat).

"Berdasarkan laporan, udang hasil budidaya Udang Pasir Mendit di ekspor ke Korea dan Jepang. Prospek ini sangat bagus, karena harga yang ditawarkan cukup bagus. Udang kualitas ekspor harganya diatas Rp70 ribu per kilogram, sementara yang kualitas dua berkisar Rp50 ribu per kg," kata dia.(ant/ ap)

Sumsel Gelar Gerakkan Minum Susu

Dinas Peternakan Provinsi Sumatera Selatan akan menggelar gerakan massal minum susu dan makan telur untuk menyemarakkan bulan bakti peternakan pada 26 September 2014.

JK Jamin Integritas Menteri

Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih Jusuf Kalla menjamin integritas para menteri dari kalangan partai yang nanti akan terpilih dalam kabinetnya.

Menteri BUMN Baru Tunggu Putusan Presiden Baru

Menteri BUMN Dahlan Iskan memastikan tidak akan ada pergantian direksi BUMN sebelum terbentuknya pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden dan Wapres terlipih Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Balai Nikah Kebanjiran Calon Mempelai

Kegiatan pernikahan di balai nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Gorontalo Utara, mengalami kenaikan drastis sebesar 70 persen, sejak implementasi Peraturan Pemerintah (PP) nomor 48 tahun 2014 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Kenaikan Harga BBM Diharapkan Bertahap

Pengurus Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah berharap agar kenaikan harga BBM subsidi sebaiknya dilakukan secara bertahap sehingga tidak menyulitkan pelaku ekonomi salah satunya pengembang perumahan.