Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Pembangunan Bidang Kesehatan Wonosobo Capai 87 Persen

pembangunan milenium , kesehatan , wonosobo ,balita

Posted on 11 Jun 2013. Hits : 345


Tingkat kesuksesan pembangunan milenium (MDGs) bidang kesehatan di Kabupaten Wonosobo tahun 2012 telah mencapai 87 persen atau sudah di atas target capaian tahun 2015 sebesar 85 persen, kata Kepala Dinas Kesehatan setempat Okie Hapsoro.

"Namun, di beberapa sektor masih ada yang perlu diperbaiki," katanya pada rapat kerja kesehatan daerah di Wonosobo, Jawa Tengah, Selasa.

Ia menyebutkan, beberapa sektor yang perlu diperbaiki, yakni prevalensi balita gizi kurang masih 2,76 persen sampai triwulan I tahun 2013 jauh dari target tahun ini sebesar 9,3 persen.

Kemudian angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup, sampai triwulan I tahun 2013 masih ada 44 kasus dan angka kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup, sampai triwulan I tahun 2013 masih ada enam kasus.

Ia menuturkan, untuk itu pihaknya berupaya meningkatkan pelayanan yang diberikan oleh SDM kesehatan serta peningkatan pemberian fasilitas kesehatan oleh sarana kesehatan yang dimiliki pemerintah kepada masyarakat.

Saat ini di Wonosobo terdapat beberapa sarana kesehatan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, yakni dua rumah sakit umum, satu rumah sakit khusus, 24 puskesmas, 47 puskesmas pembantu, lima balai pengobatan, dua rumah bersalin, tiga balai pengobatan/rumah bersalin, empat laboratorium, 37 apotek, dan 193 poliklinik kesehatan desa.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Anung Sugihantono, mengatakan, beberapa upaya yang bisa dilakukan agar angka kematian ibu dan bayi bisa ditekan, antara lain mengoptimalkan keberadaan desa siaga yang terbentuk di setiap desa dan program gerakan sayang ibu.

Menurut dia, keberadaan desa siaga bukan hanya berguna menunjang di bidang kesehatan saja, tetapi menyangkut permasalahan lain seperti permasalahan sosial, bencana alam sampai kegawatdaruratan secara mandiri.

Perempuan khususnya ibu-ibu, katanya, harus mampu memahami pola hidup sehat, dengan perilaku hidup sehat maka kesehatan ibu lebih terjamin, apalagi saat dalam kondisi hamil, melahirkan, dan nifas.

Ia mengatakan, ada tiga faktor utama yang mempengaruhi tingkat risiko kematian bayi, yaitu alat kesehatan, lingkungan, dan nutrisi. Upaya yang dilakukan yaitu memaksimalkan peran posyandu dan puskesmas, merekrut dokter yang ahli dalam bidangnya, mendorong pemerataan sebaran dokter anak, memaksimalkan program imunisasi, sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan inisiasi imunisasi dini dan memberikan ASI eksklusif untuk menekan angka kematian bayi. (ant/ed)

Kamerun Pecat Dua Pejabat Militer Setelah Serangan Boko Haram

Presiden Paul Biya Selasa memberhentikan dua perwira senior militer di Kamerun utara jauh menyusul serangan Boko Haram di mana setidaknya tujuh orang tewas dan istri seorang pejabat senior diculik.

Aset Barang Daerah Biak Turun Rp 900 M

Aset kekayaan barang bergerak dan tidak bergerak di lingkup pemerintah Kabupaten Biak numfor, Papua, hingga tahun anggaran 2014 mengalami penurunan hingga sebesar Rp900 miliar.

Mantan Wakil PM Libya Diculik Di Tripoli

Satu kelompok bersenjata menculik seorang mantan wakil perdana menteri Libya yang baru terpilih sebagai anggota parlemen, Mustapha Abu Shagur, di ibu kota Tripoli, Selasa, kata keponakannya.

Luiz Felipe Scolari Pelatih Gremio Setelah Gagal Di Brazil

Luiz Felipe Scolari tidak menunggu lama untuk mendapatkan pekerjaan baru setelah bencana yang menimpa timnya di Piala Dunia Brazil, ketika ia diumumkan sebaga ipelatih baru Gremio, Selasa.

Legislator : Hutan Energi Jangan Berhenti Di Konsep

Anggota Komisi IV DPR-RI Habib Nabiel Almusawa mengharapkan rencana pengambangan hutan sebagai sumber daya energi tidak berhenti di konsep.