Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Pedagang Tolak Pembangunan PIG Kota Malang

malang, pasar induk dagang, pembangunan pasar

Posted on 21 Feb 2013. Hits : 357

Puluhan pedagang Pasar Induk Gadang atau PIG Kota Malang, Jawa Timur, menolak pembangunan pasar tersebut karena sebelumnya pemkot maupun investor tidak pernah mensosialisasikan rencana pembangunan pasar itu.

Penolakan puluhan pedagang PIG tersebut disampaikan melalui unjuk rasa di gedung DPRD sementara di Jalan Simpang Jakarta, Kota Malang, Rabu.

"Sampai saat ini kami belum pernah diajak bicara terkait rencana pembangunan PIG. Bagaimana kami bisa menyetujui atau tidak menyetujui rencana pembangunan tersebut, program detailnya seperti apa, kami juga tidak tahu," tegas bendahara koordinator pedagang PIG Andi Mustofa.

Menurut dia, selama ini pedagang tidak pernah diajak bicara maupun menerima sosialisasi rencana pembangunan PIG, tapi tiba-tiba pedagang diminta untuk menandatangani surat perjanjian kerja sama (PKS) pembangunan pasar.

Ia mengakui, selama ini pemerintah maupun investor hanya memberdayakan dan mempercayakan semua yang berkaitan dengan pasar dan pedagang pada paguyuban saja, padahal tidak pedagang memiliki aspirasi yang sama.

Rencananya, pada 27 Februari nanti, pemkot akan melakukan pertemuan dengan pedagang dan awal Maret dilakukan peletakan batu pertama pembangunan PIG.

Menanggapi keluhan pedagang PIG tersebut, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang Arif Wahyudi meminta pemkot untuk melakukan sosialisasi sebelum pembangunan direalisasikan, sebab dikhawatirkan pembangunan pasar akan menimbulkan konflik seperti yang terjadi pada saat pembangunan Pasar Dinoyo dan Pasar Blimbing Kota Malang.

Politisi dari PKB itu menegaskan, pemkot sudah punya pengalaman konflik pembangunan Pasar Blimbing dan Dinoyo. Jadi, kejadian serupa jangan sampai terulang kembali di Pasar Gadang.

Pada intinya, kata Arif, dewan menyetujui adanya pembangunan pasar yang melibatkan investor dengan nilai investasi hampir mencapai Rp300 miliar tersebut. "Kami akan koordinasi dulu dengan Sekda untuk mematangkan sosialisasai pada pedagang," ujarnya.(ant/rd)

Tak Hanya Pria, Kaum Hawa Juga Terpesona Batu Berharga

Tren batu akik yang akhir-akhir ini merebak ke segala lapisan juga tidak lupa melanda kaum wanita.

Menteri Yohana Yembesi Kunjungi Booth-booth di GPMB 2015

Menteri Peranan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembesi yang berkesempatan meninjau pameran GPMB di JCC yang dibuka hari ini sampai 2 Agustus itu tampak sedang bercakap-cakap dengan salah satu petugas jaga booth yang tengah menerangkan produk-produk yang dipajang.

Isu Disabilitas Diangkat di GPMB 2015

Kelompok masyarakat penyandang disabilitas adalah bagian dari rakyat Indonesia yang juga memiliki perannya sendiri.

Beri Edukasi, BPOM Suguhkan Kuis Interaktif di GPMB 2015

Untuk menarik para pengunjung ke boothnya di pameranGelar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya yang berlangsung di JCC hingga 2 Agustus nanti, BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) memberikan kuis interaktif yang bernilai edukasi.

Gudeg Jogja Semarakkan Pameran GPMB 2015 di JCC

Sejumlah pengunjung pameran Gelar Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Budaya tampak asyik menikmati hidangan gudeg Jogja yang dijual di dalam ruang pameran.