Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Ombudsman Terima Laporan Terkait Pemadaman Listrik

pemadaman aliran listrik, ujian akhir sekolah

Posted on 13 Mar 2013. Hits : 329

Warga Kota Pontianak dan sekitarnya dapat melapor ke Ombudsman RI perwakilan Kalimantan Barat terkait adanya pemadaman aliran listrik selama beberapa jam tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Asisten pada Kantor Ombudsman RI kantor perwakilan Kalbar, Budi Rahman, di Pontianak, Selasa membenarkan adanya informasi mengenai diperkenankannya masyarakat untuk membuat laporan tersebut.

"Silakan lapor ke kami dan akan ditindaklanjuti," katanya saat dihubungi.

Sebelumnya, pada Minggu (10/3) siang hingga malam, sekitar 6 jam, sejumlah kawasan dalam Kota Pontianak terkena pemadaman aliran listrik. Sejumlah warga kota banyak mengeluhkan kondisi tersebut. Apalagi kini sedang berlangsung ujian akhir sekolah (UAS).

Seorang warga Jalan Perdana, Kecamatan Pontianak Selatan, Minhani, menyatakan listrik padam selama beberapa jam di rumahnya tanpa ada kejelasan kapan waktunya akan menyala. Seorang warga Jl Purnama, Nazariyah, mencoba menghubungi telepon nomor telepon 123 bagian pengaduan PLN berulang kali, namun tidak mendapat jawaban. Sementara tetangganya menghubungi PLN sebanyak delapan kali dan mendapat jawaban listrik baru akan menyala sekitar pukul 22.00 WIB.

"Padahal listrik sudah padam sejak pukul 2 siang," kata Nazariyah.

Menanggapi keluhan warga tersebut, asisten pada Ombudsman RI kantor perwakilan Kalbar, Budi Rahman mengingatkan masyarakat dapat membuat laporan ke pihaknya mengenai ketidakpuasan terhadap pelayanan publik yang dilakukan PT PLN.

"Harusnya ada warga atau publik yang lapor.Tetapi sampai hari ini belum ada yang lapor," katanya.

Meski begitu ia mengatakan, jika tidak ada warga yang melapor, Ombudsman dapat mengambil informasi dari pemberitaan di media massa."Kalau tidak ada lapor tapi ada beritanya di media, Ombudsman bisa menindaklanjutinya dengan mekanisme 'own motion investigation' (melakukan investigasi atas inisiatif sendiri, red)," katanya.

Sebelumnya, sebagai lembaga yang baru terbentuk Oktober 2012, Kepala ORI perwakilan Kalbar Agus Priyadi pernah mengatakan belum banyak warga masyarakat yang mengetahui fungsi dan tugas dari lembaga ini. Sehingga keluhan yang masuk ke pihaknya belum begitu banyak.

Padahal, jika membaca berita di koran setiap harinya, selalu saja ada keluhan mengenai pelayanan publik, meski banyak juga berita yang bagus-bagus mengenai pelayanan publik.

"Jika ada berita yang tidak bagus mengenai pelayanan publik, kami dapat menindaklanjutinya. Meski tidak ada laporan dari masyarakat kepada Ombudsman," katanya.

Ombudsman sendiri, menganggap keberadaan media massa bagaikan "mata elang" yang setiap informasinya bisa ditindaklanjuti.

Agus Priyadi mengatakan, masyarakat dapat datang langsung ke kantor ORI Kalbar di Jalan KH Ahmad Dahlan dan asisten akan menindaklanjuti dengan mencatat dan menginvestigasi laporan.

Hasilnya berupa rekomendasi diberikan kepada pimpinan lembaga pelayanan publik yang dikeluhkan itu.(ant/rd)

Pelarangan Pukat Hela Harus Ada Solusinya

Pengamat kelautan dari Universitas Bung Hatta Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Eni Kamal mengatakan harus ada solusi terkait pelarangan penggunaan alat tangkap pukat hela dan pukat tarik.

Arkeolog Teliti Karakteristik Neolitik

Tim arkeolog gabungan dari Balai Arkeologi Ambon, Pusat Arkeologi Nasional, dan Universitas Washington, Amerika Serikat, akan meneliti karakteristik hunian pada masa neolitik dan praneolitik di Kabupaten Seram Bagian Timur, pada pertengahan Mei 2015.

Angga Incar Dua Turnamen Demi Peringkat Internasional

Atlet ganda putra Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Angga Pratama mengincar dua turnamen untuk meningkatkan peringkatnya bersama Ricky Karanda Suwardi hingga masuk 20 besar dunia sepanjang 2015.

Arkeolog Ambon Lakukan Studi Kepurbakalaan Di Tanimbar

Tim arkeolog dari Balai Arkeologi Ambon akan melakukan studi kepurbakalaan di Kepulauan Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat pada Maret - April 2015, terkait penelitian yang telah dilakukan selama empat tahun berturut-turut di wilayah itu.

KPA Babel Dampingi Odha di Lapas

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bangka Belitung (Babel) mendampingi warga binaan positif HIV/AIDS (Odha) di lembaga permasyarakatan untuk mencegah penularan virus penyakit tersebut.