Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Marinir Indonesia-Amerika Latihan Bersama di Situbondo

marinir tni al, indonesia, amerika serikat, latihan bersama, situbondo

Posted on 20 Aug 2013. Hits : 178

Korps Marinir TNI AL menggelar latihan bersama dengan "United States Marine Corps" (USMC) di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran, Karangtekok, Situbondo, Jawa Timur pada 20 Agustus hingga 6 September 2013.

Informasi dari Dispen Kormar kepada Antara di Surabaya, Selasa, menyebutkan latihan bersama itu dibuka Asisten Operasi Komandan Korps Marinir (Asops Dankormar) Kolonel Marinir Purwadi mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington.

Latihan bersama bertajuk "Lantern Iron 13-1" itu melibatkan 77 prajurit yakni 66 prajurit Batalyon Taifib-1 Marinir dan 11 prajurit US MARSOC.

"Situasi global menuntut kesiapan Korps Marinir secara optimal, khususnya keamanan maritim," kata Komandan Korps Marinir dalam amanatnya yang dibacakan Asops Dankormar.

Untuk mencapai tingkat kesiapan yang optimal, prajurit Korps Marinir yang profesional dituntut memiliki standar tertinggi dalam hal teknik dan taktik guna menangani berbagai situasi yang berkembang.

"Dengan pelaksanaan latihan Lantern Iron 13-1 itu, maka semua tuntutan dapat terpenuhi, apalagi latihan kali ini memfokuskan pada permasalahan pertempuran di darat dan di laut mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya," katanya.

Dalam latihan bersama itu, kedua belah pihak akan dapat saling bertukar pengetahuan, khususnya materi kemampuan Intai Amfibi, perang hutan, dan sniper melalui metode teori hingga praktik di lapangan.

"Melalui latihan tersebut, kami harapkan penguasaan materi akan dapat lebih meningkat, meskipun materi-materi tersebut bukan hal yang baru, tapi persahabatan dengan pihak lain itu juga penting, termasuk dalam bidang militer," kata Komandan Korps Marinir.

Sementara itu, Komandan Satgas Latihan Letkol Marinir Edy Cahyanto mengatakan tujuan latihan "Lantern Iron 13-1" untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknik dan taktik prajurit Taifib serta menjalin kerja sama/persahabatan dengan prajurit US MARSOC.

"Materi latihan meliputi teori di kelas dan praktik di lapangan. Untuk teori di kelas meliputi pertolongan pertama korban perang (Medical/Tactical Combat Casualty Care), dan identifikasi serta tindakan terhadap bahan peledak (Demolition Identification dan reaction)," katanya.

Untuk praktik di lapangan, materinya meliputi menembak sniper, operasi renang rintis (scout swimmer operation), raid amfibi, pengintaian pantai (beach landing technique), "jungle and sea survival" dan berganda (full mission profile).

"Latihan Bersama 'Lantern Iron 13-1' itu menggunakan daerah latihan di Pusat Latihan Tempur Korps Marinir Baluran untuk materi teori dan menembak, sedangkan materi lainnya dilaksanakan di Pusat Latihan Tempur Lampon Banyuwangi," tambahnya.(ris/ant)

Tangerang Tak Mampu Cegah Penyusutan Lahan Produktif

Aparat Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Banten, mengakui tidak mampu mencegah terjadi penyusutan lahan produktif akibat dijual pemilik kepada pengembang perumahan.

Dishub Yogyakarta Matangkan Kajian Jalan Searah

Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta masih mematangkan kajian perubahan jalan searah khususnya di ruas Jalan Prawirotaman, Tirtodipuran, Kemasan dan Mondorakan, serta Lempuyangan.

PLN Madura Perluas Jaringan di 27 Daerah

PLN Madura, Jawa Timur, memperluas jaringan di 27 daerah yang tersebar di empat kabupaten pada tahun 2015, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

UI-KPPPA Gelar Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia

Program Studi Kajian Gender dan Pusat Riset Gender Universitas Indonesia (UI) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) akan menggelar malam Anugerah Kepemimpinan Perempuan Indonesia pada Selasa (31/3).

Keterlambatan Pupuk Rugikan Rp200 Triliun

Kementerian Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan keterlambatan penyaluran pupuk bersubsidi hingga ke petani telah menimbulkan kerugian hingga Rp200 triliun selama 10 tahun.