Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Kurikulum Baru Ringankan Tugas Guru

pendidikan, guru, 2013

Posted on 21 Feb 2013. Hits : 421

Dinas Pendidikan Kota Semarang menilai kurikulum baru yang akan diterapkan pemerintah pada tahun 2013 justru akan membantu meringankan tugas guru dibanding dengan kurikulum sekarang.

"Kalau dengan model kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) sekarang ini, guru harus menyusun sendiri kurikulum secara mandiri," kata Kepala Disdik Kota Semarang Bunyamin di Semarang, Kamis.

Model KTSP mengharuskan sekolah, dalam kaitan ini guru menyusun kurikulum secara mandiri mengacu pada standar isi, proses, dan standar kompetensi lulusan yang tertuang dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional.

Namun, kata dia, model kurikulum baru nantinya para guru tidak perlu lagi menyusun kurikulum, tetapi tinggal mengimplementasikan sesuai dengan struktur-struktur yang sudah dibuat oleh pemerintah.

Menurut dia, kurikulum baru nantinya sudah memuat struktur-struktur secara lengkap, sementara guru tinggal membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), kajian remidial, dan rencana tindak lanjut.

"Strukturnya (kurikulum, red.) sudah ada sehingga guru menjadi terbantu, tinggal membuat RPP, dan sebagainya. Namun, kurikulum baru nanti masih tetap dinamakan KTSP, tidak ada perubahan," katanya.

Meski demikian, ia mengaku sejauh ini belum mendapat petunjuk lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun Disdik provinsi mengenai pola penerapan kurikulum 2013.

"Yang jelas, penerapannya nanti dilakukan bertahap, yakni pada kelas I dan IV SD, I SMP dan SMA. Kalau polanya seperti apa belum tahu. Apakah 'piloting' (percontohan) atau serentak seluruh sekolah," kata Bunyamin.

Kepala SMA Negeri 2 Semarang Hari Waluyo membenarkan bahwa KTSP memang mengharuskan sekolah atau guru menyusun secara mandiri kurikulum mengacu pada Permendiknas yang mengatur standar isi, proses, dan SKL.

"Dengan model KTSP, guru membuat struktur dan komponen kurikulum, termasuk silabus, yakni sekumpulan bahan materi yang disampaikan dalam pembelajaran, mulai isi, waktu, metode, kemudian dikuatkan RPP," katanya.

Namun, kata dia, pada kurikulum baru nantinya sudah memuat tentang struktur dan muatan kurikulum yang disusun oleh pusat (pemerintah), sementara guru tinggal melaksanakan apa yang sudah tertuang dalam kurikulum.

"Ya lebih meringankan tugas guru kalau dilihat dari itu. Akan tetapi, kurikulum baru juga menuntut guru mengubah 'mindset' (pola pikir) yang semula hanya mengacu pola eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi (EEK)," katanya.

Nantinya, kata Hari, proses belajar tak hanya mengandalkan pola EEK, tetapi secara lebih jauh menuntut siswa mampu mengamati, bertanya, menalar, mengolah data hingga menciptakan sehingga menuntut guru berubah. (bn/ant)

Pemkot Batu Masih Temukan Makelar Proposal

Pemerintah Kota Batu, Jawa Timur, masih menemukan pengajuan bantuan dari masyarakat yang menggunakan proposal fiktif karena ditangani oleh makelar proposal.

Jepang Tujuan Utama Ekspor Ikan Kayu Sulut

Jepang terus bertahan sebagai tujuan utama ekspor produk perikanan ikan kayu asal provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyusul pengiriman rutin terjadi setiap bulan.

Keterwakilan Perempuan Di Kabinet Perlu Diarusutamakan

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R.

Phapros Berkomitmen Tahan Laju Abrasi Pesisir Pantai

Perseroan Terbatas Phapros berkomitmen untuk terus melestarikan lingkungan terutama dalam menahan laju abrasi di daerah pesisir pantai dengan penanaman 10.

Peluncuran 'Sanak Kadang' Warnai Festival Lima Gunung

Peluncuran buku tentang berbagai kegiatan Komunitas Lima Gunung berjudul 'Sanak Kadang' turut menandai pembukaan Festival Lima Gunung 2014 di Dusun Warangan, Desa Muneng Warangan, Kabupaten Magelang, kawasan Gunung Merbabu, Sabtu.