Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Kartu Banyumas Sehat Berpotensi Bengkakkan Anggaran

kartu banyumas sehat, program jaminan kesehatan daerah

Posted on 21 May 2013. Hits : 680

Sejumlah anggota DPRD Banyumas menilai pelaksanaan program jaminan kesehatan daerah dalam bentuk Kartu Banyumas Sehat (KBS) yang tidak dibatasi biaya pengobatannya dapat berpotensi membengkakkan anggaran daerah.

"Program KBS memang bagus, namun harus diingat bahwa keseimbangan alokasi anggaran di APBD untuk program lain harus tetap diperhatikan," kata Wakil Ketua DPRD Banyumas Widodo Dwi Prastowo, di Purwokerto, Selasa.

Widodo mengatakan hal itu kepada wartawan terkait rencana pemberlakuan KBS bagi warga miskin di Kabupaten Banyumas yang masuk dalam Jamkesda.

Dalam hal ini, alokasi anggaran untuk Jamkesda pada APBD Banyumas 2013 sebesar Rp9 miliar, sedangkan kebutuhan untuk warga miskin nonkuota jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) mencapai Rp35 miliar per tahun.

Meskipun tercatat sebagai dalam program Jamkesda, warga miskin yang menerima KBS tidak dibatasi biaya pengobatannya di rumah sakit.

Widodo mencontohkan kasus Kartu Jakarta Sehat (KJS) di DKI Jakarta yang tidak membatasi biaya pengobatan ini ditolak sejumlah rumah sakit dan paramedis karena klaim asuransi warga yang berobat melebihi perencanaan.

"Ini jangan sampai terjadi di Banyumas dimana kekuatan APBD kita belum sekuat Jakarta," kata dia yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Banyumas.

Kendati mengaku tetap mendukung program pelayanan kesehatan di Banyumas, dia meminta konsentrasi eksekutif sebaiknya tidak hanya difokuskan pada masalah kesehatan.

Menurut dia, masalah kesehatan dan pendidikan telah diatur oleh pemerintah pusat sehingga daerah tinggal memaksimalkan dan menyinergikannya.

"Yang butuh perhatian lebih di Banyumas sebenarnya bagaimana mendorong iklim investasi untuk peningkatan PAD (pendapatan asli daerah) dan penanganan infrastruktur di semua lini," katanya.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Banyumas Eko Purwanto menilai baik terhadap tidak adanya pembatasan biaya pengobatan dalam KBS.

Akan tetapi, kata dia, verifikasi terhadap warga miskin peserta KBS harus dilakukan secara ketat sehingga benar-benar tepat sasaran.

Pemerintah Kabupaten Banyumas segera mengujicobakan Kartu Banyumas Sehat (KBS) pada bulan Juli 2013.

"Pada tahap uji coba ini, kami rencanakan sebanyak 10 ribu KBS yang didistribusikan kepada warga miskin di Kabupaten Banyumas. Kami ingin mengetahui reaksi masyarakat dan rumah sakit atas pemberlakuan KBS ini," kata Bupati Banyumas Achmad Husein.

Menurut dia, KBS ini akan ditujukan bagi 167.477 warga miskin di Kabupaten Banyumas yang tidak terdaftar sebagai peserta jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) namun telah masuk dalam program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda).

Dengan demikian, kata dia, warga miskin yang telah terdaftar dalam progam Jamkesda secara otomatis masuk dalam KBS.

"Namun, KBS berbeda dengan Jamkesda karena tidak ada pembatasan biaya pengobatan yang ditanggung. Kalau dalam Jamkesda biaya pengobatan yang ditanggung maksimal sebesar Rp3 juta, sedangkan dalam KBS akan ditanggung semuanya," kata dia. (ant/ed)

Ribuan Jemaah Haji Riau Dalam Perawatan di Saudi

Lima orang haji dari Provinsi Riau hingga saat ini masih dalam perawatan intensif Rumah Sakit di Arab Saudi dan belum bisa pulang ke tanah air, meski teman-teman sesama Kelompok Terbangnya sudah tiba di Indonesia.

'Kamu Harus Cepat Pulang' Tutup Syukuran Rakyat

Lagu 'Kamu Harus Cepat Pulang' dari grup musik Slank menjadi penutup Syukuran Rakyat Salam Tiga Jari di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Senin malam.

Pabrik Rokok Stop Pembelian Tembakau di Bojonegoro

Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan sejumlah pabrik rokok menghentikan pembelian tembakau, karena panen tanaman tembakau Virginia Voor Oogst (VO) dan Jawa, yang merupakan tanaman Juni ternyata sudah habis.

Ekspor Kerajinan Bali Naik

Bali meraup devisa sebesar 151,19 juta dolar AS dari pengapalan aneka jenis hasil kerajinan skala rumah tangga selama delapan bulan periode Januari-Juli 2014, atau naik 14,22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya "Hasil industri sentuhan tangan-tangan terampil perajin dan seniman Bali itu mampu memberikan kontribusi sebesar 44,23 persen dari total ekspor Bali sebesar 341,81 juta dolar AS," kata kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Selasa.

Lebanon Tak Lagi Terima Pengungsi Suriah

Menteri Urusan Sosial Lebanon Rashid Derbas pada Senin, mengatakan negaranya tidak akan menerima pengungsi Suriah lagi, demikian laporan National News Agency (NNA).