Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Forum Clearing House Kopi Jabar Dibentuk

membentuk forum, clearing house kopi jabar, mengembalikan kejayaan kopi

Posted on 06 Jul 2013. Hits : 671

Pelaku usaha, petani kopi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membentuk Forum Clearing House Kopi Jabar sebagai upaya untuk mengembalikan kejayaan kopi asal Jawa Barat yakni Java Preanger Coffee di tanah air dan di kancah dunia.

'Jadi misi yang diemban forum jni adalah untuk meningkatkan posisi tawar petani dan menciptakan pasar kopi yang berkeadian. Selain itu menciptakan daya saing kopi di Jabar dan menjadi mitra strategis provinsi,' kata Ketua Forum Clearing House Kopi Jabar, Djumhana Purwanegara, di Bandung, Sabtu.

Forum Clearing House Kopi Jabar ini diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sekaligus membuka Java Preanger Coffee House di Jalan Cisangkuy Kota Bandung.

Djumhana menuturkan, adapun tujuan forum ini diharapkan bisa terbentuknya sistem perdagangan kopi yang bereadialan, melaksanakan fungsi fasilitas, klarifikasi dan verifikasi transaksi perdagangan kopi di Jabar dan meningkatkan peluang dan optimalsiasi potensi pengembangan agribisnis kopi.

Sementara itu, Ketua Harian Forum Claaring Hose Kopi Jabar, Jayagama ME menambahkan luas perkebunan kopi di Provinsi Jawa Barat sekitar 30.620 hektare terdiri atas 98 persen lahan perkebunan milik rakyat dan sisanya milik perusahaan swasta.

Lahan perkebunan kopi itu, kata dia, tersebar di 18 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jawa Barat.

'Dan Sebenarnya potensi lahan di Jabar sangat luar biasa, sekitar 600.000 hektar. Potensi ini jauh lebih besar dibandinsg Brazil yang hanya memiliki lahan sekitar 300.000 hektare,' kata dia.

Akan tetapi, lanjut Jayagama potensi itu belum dioptimalkan sehingga dengan adanya forum ini mudah-mudaha menjadi tolak ukur bagi pelaku usah, petani dan pemda untuk bangkit mengangkat kejayaan kopi Java Preanger.

'Minimal dalam lima tahun ini kita bisa membuka lahan baru sekitar 100.000 hektare,' kata dia.(ant/rd)

Sekjen PBB 'Sangat Prihatin' Dengan Pembunuhan Tokoh Terkenal Di Ukraina

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Jumat (17/4) mengatakan ia 'sangat prihatin' dengan laporan mengenai pembunuhan tokoh terkenal di Ukraina belum lama ini, dan mengatakan kejahatan semacam itu mesti segera diselidiki.

Tobasa Bentuk Klinik Pertanian Atasi Ancaman Hama

Pemkab Toba Samosir (Tobasa) Sumatera Utara merencanakan pembentukan klinik-klinik pertanian yang dilengkapi laboratorium.

Kota Bengkulu Butuh Anggaran Triliunan Bangun Pariwisata

Pemerintah Kota Bengkulu menyatakan bahwa kota itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit untuk membangun sektor pariwisata, bahkan mencapai triliunan rupiah.

Nelayan Tabanan Keluhkan Harga Lobster Turun Drastis

Masyarakat nelayan di Kabupaten Tabanan, Bali mengeluhkan harga lobster di pasaran turun drastis akibat adanya aturan bahwa penangkapan jenis ikan itu ukurannya harus yang melebihi 200 gram per ekornya.

Pemkot Bogor Tindak Minimarket Jual Minuman Beralkohol

Pemerintah Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, siap menindak tegas minimarket yang melanggar Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 6/M-DAG/PER/1/2015 tentang Larangan Menjual Minuman Beralkohol Golongan A.