Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Sisbun Bengkulu: Perlu Aturan Soal Harga TBS

bengkulu, pengolah sawit, harga pembelian

Posted on 21 Feb 2013. Hits : 271

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu Ricky Gunarwan mengatakan perlu aturan yang menerapkan sanksi terhadap perusahaan pengolah sawit yang tidak mematuhi harga pembelian yang ditetapkan tim penetapan harga tandan buah segar.

"Perlu sanksi tegas sehingga perusahaan wajib menaati keputusan tim penetapan harga TBS yang sudah dibentuk Gubernur," katanya di Bengkulu, Rabu.

Ia mengatakan dalam Permentan nomor 17 tahun 2010 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun tidak ada sanksi bagi perusahaan yang tidak menaati keputusan tim.

Contohnya kata dia, hasil rapat terakhir tim penetapan harga TBS Provinsi Bengkulu tentang harga TBS menetapkan harga rata-rata pembelian sebesar Rp1.106 per kilogram.

Harga rata-rata tersebut ditetapkan sebab pemilik pabrik kesulitan menentukan buah sawit berdasarkan umur tanaman.

Seharusnya harga itu dibagi dua sesuai umur tanaman yakni umur diatas 10 tahun dengan harga Rp1.274 per kilogram dan dibawah 3 tahun Rp937 per kilogram.

"Namun, di lapangan petugas pabrik kesulitan membedakan umur tanaman dari buah yang dihasilkan sehingga dibuat harga rata-rata," katanya.

Tim penetapan harga TBS melakukan rapat dan memperbaharui harga TBS sesuai perkembangan pasar internasional sebanyak dua kali dalam sebulan.

Hasil keputusan tim penetapan harga itu menurut Ricky secara rutin disampaikan kepada perusahaan pabrik kelapa sawit dan pemerintah daerah.

Kenyataannya kata dia, masih banyak ditemui perusahaan yang tidak menaati dan harga TBS sawit di tingkat petani tetap di bawah pembelian harga di tingkat pabrik.

"Sanksi tegas tidak diatur dalam Permen nomor 17 itu sehingga perlu payung hukum lain yang lebih tegas tentang sanksi ini," katanya.

Sementara itu petani sawit di Kabupaten Mukomuko Nurjanah mengatakan harga TBS di tingkat petani saat ini sebesar Rp900 per kilogram.

"Harga ini sudah naik dari sebelumnya bertahan Rp600 hingga Rp700 per kilogram," katanya.(ant/rd)

Kalsel Berharap Ada Islah Kisruh Di PPP

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Rudy Ariffin berharap ada islah terhadap terjadinya kisruh di tubuh partai berlambang kabah tersebut baik yang ingin mengusulkan pergantian Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali maupun pihak yang mempertahankan.

PLN Suluttenggo Targetkan Kondisi Listrik Normal

General Manager PT PLN Suluttenggo Santoso Januwarsono menargetkan, 20 Mei 2014 nanti listrik di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Gorontalo akan kembali normal.

Tidak Ada Pungutan Dalam Penerimaan Polisi

Kapolda Jambi Brigjen Pol Satriya Hari Prasetya menegaskan tidak ada pungutan alias gratis dalam proses penerimaan calon Brigadir Polri.

Israel Serang Gaza

Sebuah pesawat tempur Israel menyerang Jalur Gaza bagian utara, Rabu, mencederai enam orang, satu diantaranya dalam keadaan sangat serius, kata Hamas yang menguasai wilayah itu.

FTI UII Luncurkan Mobil Listrik 'Force Unisi'

Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia Yogyakarta meluncurkan mobil listrik 'Force Unisi' yang dilengkapi komponen instrumen digital untuk pengoperasiannya.