Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Budi Daya Telur Puyuh Di Lebak Berkembang

budi daya telur puyuh, pendapatan ekonomi masyarakat, program sarjana membangun desa

Posted on 03 Jun 2013. Hits : 598

Budi daya telur puyuh yang dikelola peternak di Kabupaten Lebak, Banten, selama dua tahun terakhir berkembang sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat perdesaan juga penyerapan lapangan pekerjaan.

'Kami terus mengembangkan telur puyuh untuk membantu ekonomi masyarakat perdesaan,' kata Pahmi Aulia, peternak burung puyuh di Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Minggu.

Ia mengatakan bahwa pengembangan usaha peternak telur puyuh di Kecamatan Sajira berawal adanya program sarjana membangun desa (PSMD) pada tahun 2011 yang diluncurkan Kementerian Pertanian.

Menurut dia, program tersebut sangat positif karena bisa memberikan peningkatan ekonomi juga penyerapan lapangan pekerjaan. Apalagi masyarakat Kecamatan Sajira kesulitan mencari lapangan pekerjaan.

Kelompok peternak itu, kata dia, menggarap usaha telur puyuh. Mereka mendatangkan burung puyuh dengan jenis puyuh jepang dari Sukabumi, Jawa Barat. Jenis burung puyuh ini bisa memproduksi telur setiap hari selama dua tahun.

Kelompok ternak pertama mengembangkan burung puyuh sebanyak 1.000 ekor dengan produksi sebanyak 700 telur. Harga telur puyuh saat ini berkisar antara Rp250 per telur dan Rp300/telur.

'Dengan berkembangnya kelompok ternak petelur puyuh tentu dapat meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,' katanya.

Ia juga mengatakan, saat ini, peternak telur puyuh di Kecamatan Sajira mudah ditemukan di setiap desa dengan produksi ratusan kilogram per hari.

Peternak telur puyuh saat ini menjadikan andalan ekonomi masyarakat setempat. Produksi telur puyuh yang dikembangkan kelompok ternak Kecamatan Sajira sudah bisa memasok ke Pasar Rangkasbitung dan Pandeglang.

'Kami menargetkan produksi telur puyuh ke depan bisa memenuhi permintaan pasar Banten,' katanya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Bangun Sajira Mandiri Perdi Saefulah mengatakan bahwa pihaknya terus memberikan pembinaan maupun permodalan bagi kelompok-kelompok ternak untuk mengembangkan usaha budi daya puyuh petelur.

Hal itu mengingat, kata dia, usaha budi daya telur puyuh sangat prospektif dan menjanjikan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

'Sekarang, banyak kelompok-kelompok ternak telur puyuh sukses secara ekonomi karena setiap hari bisa menghasilkan uang,' katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lebak Iman Santoso mengatakan selama ini Kecamatan Sajira sebagai sentra penghasil telur puyuh.

Pemerintah daerah mendorong agar peternak petelur puyuh di daerah itu tumbuh dan berkembang guna mengatasi kemiskinan dan pengangguran.

Pihaknya juga meminta masyarakat agar gemar memakan telur puyuh karena kandungan nutrisi lebih baik dibandingkan telur ternak unggas lainnya, termasuk ayam.(ant/rd)

PMKS Masih Marak di Jakarta Pusat

Meskipun sudah sering ditindak, kehadiran para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS masih marak di ibukota.

‎Ahok: Rp1,35 T Dialokasikan untuk PSO

Public Service Obligation sebesar Rp1,35 triliun akan dianggarkan demi membuat pelayanan transportasi publik Jakarta lebih dapat diandalkan.

Parkir Ilegal, Ratusan Mobil Diderek Paksa

Walaupun para pejabat dari Sub Dinas Komunikasi Jakarta Utara telah secara intensif menyampaikan larangan parkir ilegal di wilayah mereka, sebagian warga tampak tidak mengindahkannya.

Pertamina Fokuskan CSR Madura Pada Pengembangan UMKM

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore (WMO) tahun ini akan memfokuskan pembagian "tanggung jawab sosial perusahaan atau "corporate social responsibility" (CSR) di Madura, Jawa Timur pada pengembangan dan pembinaan UMKM.

Pelindo Bangun Pelabuhan Petikemas Modern di Kendari

PT Pelabuhan Indonesia IV akan membangun pelabuhan peti kemas modern di Kawasan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan nilai investasi sekitar Rp630 miliar.