Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Bappeda Nunukan Gelar Bimtek Perencanaan Pembangunan Daerah

gerbang emas, bimtek, implementasi, sinkronisasi, karakteristik, amanat, jajaran

Posted on 04 Dec 2012. Hits : 314

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur menggelar bimbingan teknis (bimtek) implementasi perundangan-undangan tentang perencanaan pembangunan daerah.

Bimtek ini diikuti jajaran kecamatan se Kabupaten Nunukan dalam rangka menyelaraskan konsep pembangunan mulai dari kelurahan/desa hingga ke tingkat nasional, kata Plt Kepala Bappeda Kabupaten Nunukan, Abdul Karim di Nunukan, Selasa.

Pelaksanaan bimtek ini, lanjut dia, merupakan amanat dari Undang-Undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional.

"Jadi pelaksanaan bimtek ini sebenarnya amanat dari Undang-Undang dan forum musyawarah pembangunan daerah," katanya.

Ia menambahkan, bimtek perencanaan pembangunan daerah ini dapat dikatakan wajib dilaksanakan oleh pemerintah daerah dan memiliki kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan yaitu terjadi sinkronisasi antara perencanaan pembangunan dari tingkat kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten, provinsi sampai tingkat nasional.

Hal ini berkaitan dengan prinsip pembangunan partisipatif yang berarti keinginan masyarakat hingga ke atas (button up) atau dari pemerintah pusat hingga ke masyarakat (top down), katanya.

"Jadi itu intinya, dan kita mencoba memformulasikannya dari karakteristik daerah masing-masing," ujar Abdul Karim yang juga menjabat Asisten III Pemkab Nunukan ini.

Mengenai perencanaan pembangunan ini juga, dia menegaskan, pemda memiliki rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) selama 20 tahun, rencana pembangunan jangka menengah (RPJM) dan rencana pembangunan jangka tahunan yang perlu disinkronkan dengan program Pemkab Nunukan yaitu "Gerbang Emas".

Program "Gerbang Emas" ini memiliki 14 item sasaran yang perlu menjadi acuan dalam merencanakan pembangunan dalam artian tidak berjalan sendiri yang tentunya membutuhkan perencanaan yang matang, katanya.

"Apabila perencanaannya matang, maka penganggarannya juga terencana dengan baik. Tidak tiba masa tiba akal. jadi direncanakan memang sejak awal dan anggarannya disesuaikan pula," sebut dia.

Pelaksanaan bimtek ini, kata Abdul Karim, merupakan langkah awal atau pembekalan bagi jajaran pemerintah kecamatan dan kabupaten agar dapat menangkap dan mengaplikasikan aspirasi dari masyarakatnya berdasarkan skala prioritas.

"Bimtek ini untuk mendapatkan pemahaman sektor mana saja yang dianggap prioritas dalam pembangunan berdasarkan karakteristik kecamatan atau daerah masing-masing," kata Abdul Karim.

Nara sumber dari kegiatan bimtek ini dari Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas).(ant/ev)

PMKS Masih Marak di Jakarta Pusat

Meskipun sudah sering ditindak, kehadiran para penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS masih marak di ibukota.

‎Ahok: Rp1,35 T Dialokasikan untuk PSO

Public Service Obligation sebesar Rp1,35 triliun akan dianggarkan demi membuat pelayanan transportasi publik Jakarta lebih dapat diandalkan.

Parkir Ilegal, Ratusan Mobil Diderek Paksa

Walaupun para pejabat dari Sub Dinas Komunikasi Jakarta Utara telah secara intensif menyampaikan larangan parkir ilegal di wilayah mereka, sebagian warga tampak tidak mengindahkannya.

Pertamina Fokuskan CSR Madura Pada Pengembangan UMKM

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) West Madura Offshore (WMO) tahun ini akan memfokuskan pembagian "tanggung jawab sosial perusahaan atau "corporate social responsibility" (CSR) di Madura, Jawa Timur pada pengembangan dan pembinaan UMKM.

Pelindo Bangun Pelabuhan Petikemas Modern di Kendari

PT Pelabuhan Indonesia IV akan membangun pelabuhan peti kemas modern di Kawasan Bungkutoko, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan nilai investasi sekitar Rp630 miliar.