Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Polresta Bandarlampung Sita Sabu Senilai Rp 170 Juta

polreta, bandarlampung, sita sabu, 170 juta

Posted on 03 Jul 2013. Hits : 211

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandarlampung menyita narkoba jenis sabu-sabu senilai Rp170 juta dengan berat 92,5 gram yang didapatkan dari tersangka Supriyanto (37).

"Tersangka ditangkap di rumahnya Jalan Gajah Mada Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung dengan barang bukti sabu-sabu seberat 92,5 gram," kata Kapolresta Bandarlampung Kombes Dwi Irianto saat ekspose di Mapolresta setempat, Selasa.

Dia mengemukakan, penangkapan tersangka berawal dari hasil pengembangan pengakuan tersangka Yuhrodi (37) yang telah ditangkap di Jalan Onta Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton pada Minggu (30/6) pukul 23.00 WIB, dan berdasarkan informasinya polisi berhasil menangkap bandar besarnya yakni Supriyanto yang juga residivis kasus narkoba dari tahun 1994 hingga 2012.

Berdasarkan informasi dari kurirnya bahwa tersangka sudah menjual sabu-sabu tujuh kali dengan target konsumen mahasiswa dan pengusaha.

Saat Yuhrodi ditangkap, ditemukan barang bukti empat paket sedang sabu-sabu dengan berat 4 gram dan di rumahnya terdapat dua paket kecil sabu-sabu seberat 0,5 gram yang semuanya berasal dari Supriyanto.

"Tersangka Supriyanto merupakan residivis kasus narkoba yang baru keluar dari LP Way Huwi tahun 2012," katanya.

Dia ditangkap pada Senin (1/7) pukul 01.00 di rumahnya yang tidak jauh dari kediaman Yuhrodi, dan pada saat penggeledahan petugas mendapatkan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 88,5 gram, ganja seberat 14,5 gram, uang tunai hasil penjualan sabu-sabu sebesar Rp4 juta, enam buah alat hisap (bong), satu unit timbangan elektrik dan 1.000 buah plastik paketan kecil.

Kedua tersangka kini telah diamankan di sel tahanan Polresta Bandarlampung guna proses lebih lanjut.

Menurut Kapolresta, tersangka akan dijerat dengan pasal 111 ayat (1) sub-pasal 112 ayat (2) sub-pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Berdasarkan pengakuan Yuhrodi, dia mendapakan upah Rp50 ribu hingga Rp100 ribu setiap kali melakukan pengiriman paket sabu-sabu itu.

"Saya melakukan ini baru beberapa bulan, dan setiap kali mengirimkan sabu-sabu selalu mendapatkan upah," kata tersangka itu pula.

Supriyanto mengaku tidak mempunyai pekerjaan tetap, sehingga harus berjualan narkoba meskipun dia pernah mendekam di penjara akibat kasus yang sama.

"Barang bukti daun ganja didapatkan dari Nov, sedangkan untuk sabu-sabu dari Ran yang bertransaksi melalui telepon genggam yang diambil di Hotel Grand Anugrah," katanya lagi.

Sesampainya di hotel tersebut, lanjut Kombes Dwi, tersangka bertemu dengan dua orang lelaki itu yang langsung memberikan satu bungkus besar berisikan sabu-sabu.(ris/ant)

Pemudik Masih Padati Pantura Kalbar

Jalur Pantai Utara Provinsi Kalimantan Barat masih dipadati pemudik yang ingin ke kampung halaman maupun bersilaturahmi ke kerabat.

Bj Habibie : Syukuri Demokrasi Merakyat

Presiden ke-3 RI Profesor Bacharuddin Jusuf Habibie mengatakan masyarakat patut mensyukuri sistem demokrasi merakyat yang telah berlangsung di Indonesia.

Dinkes Minta Masyarakat Waspadai Penyakit Pencernaan

Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meminta masyarakat setempat mewaspadai penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan saat merayakan hari raya Lebaran.

Warga Samarinda Melahirkan Saat Shalat Ied

Seorang warga Samarinda, Kalimantan Timur, melahirkan saat akan melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Islamic Centre.

Wali Kota Batam Ingatkan Warga Bekerja Keras

Wali Kota Batam Kepulauan Riau, Ahmad Dahlan mengingatkan seluruh warganya untuk terus bekerja keras dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di kota itu dan sesama kawasan industri di Asia Pasifik.