Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Polda Sumbar Belum Pastikan Status Wanita Pembawa Sabu 2,8 Kilogram

wanita, bwa sabu, status belum jelas, polda

Posted on 27 May 2013. Hits : 184

Polda Sumatera Barat belum memastikan wanita yang tertangkap tangan membawa 2,8 kilogram sabu-sabu saat pemeriksaan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) terkait jaringan internasional.

Direktur Narkoba Polda Sumbar Kombes Pol Arif Rahman Hakim, di Padang, Senin, mengatakan pihaknya hingga kini belum bisa memastikan keterkaitan dengan jaringan internasional, meski pihak Bea Cukai menyebut sabu-sabu yang dibawa berasal dari Filipina melalui Malaysia.

"Kami belum bisa pastikan, karena kami sekarang masih berkoordinasi dengan pihak Bea Cukai, barang itu dari pemeriksaan Bea Cukai memang dibawa dari Filipina melalui Malaysia dan transit di BIM, namun berhasil digagalkan," kata Arif.

Menurut dia, tersangka masih berada di pihak Bea Cukai dan pihaknya mengetahui hasil pemeriksaan Bea Cuka, karena hasilnya memang belum diserahkan ke kepolisian.

Sebelumnya, pihak Bea Cukai Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 2,8 kilogram yang dibawa Warga Negara Indonesia (WNA) dari luar negeri dengan tujuan Jakarta.

Kapolsek Wilayah BIM Iptu Ridwan Z mengatakan terungkapnya penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu tersebut saat pihak Bea Cukai BIM melakukan pemeriksaan pada area kedatangan BIM dan barang bawaan tersangka dicurigai, lalu diperiksa.

"Tersangka membawa narkotika jenis sabu tersebut dengan tiga koper yang terdeteksi oleh alat pemeriksa x ray dan setelah dilakukan pemeriksaan barang bawaan lebih lanjut, ternyata di dalam tumpukan pakaian didapati paket sabu seberat 2,8 kilogram tersebut," kata Ridwan.

Dia mengatakan narkotika tersebut ditaksir harganya mencapai Rp3 miliar dan saat ini barang bukti beserta tersangka telah dibawa ke Kantor Bea Cukai Teluk Bayur, Padang, untuk ditindaklanjuti.

Tersangka pembawa narkotika tersebut berinisial JR (30), seorang wanita asal Bojong Poncol, Tenggerang, Banten.

Menurut keterangan pihak kepolisian, pemeriksaan sementara menyatakan tersangka dalam proses penyelundupan tersebut terlibat sebagai kurir, karena tersangka menjemput dari Filipina dan menyelundupkan melalui Malaysia hingga ketahuan di BIM.

Tersangka membawa narkotika tersebut dengan menggunakan pesawat Air Asia AK 1370 dan mendarat di BIM pukul 09.00 WIB yang langsung diamankan.

"Dari pengakuan tersangka, ia dibayar Rp25 juta dan setelah sampai di Jakarta akan dihubungi lagi oleh pemasok untuk memberitahukan kepada siapa barang tersebut akan diberikan," ujar Kapolsek.(ris/ant)

PHDI Bali : Pemerintah Tegakkan Aturan Pembangunan Pariwisata

Masyarakat mendesak pemerintah menegakkan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Bali, khususnya dalam penerapan pembangunan pendukung pariwisata, karena telah jauh melenceng dari aturan tersebut.

Bintangi 'Yakuza Apocalypso' Yayan Bintang Di Cannes

Film Yakuza Apocalypse, garapan sutradara Jepang Takashi Mike yang dibintangi pesilat Indonesia Yayan Ruhian bersama Hayato Ichihara mendapat sambutan luar biasa dari para pecinta dan pemerhati serta wartawan film di Festival Film Cannes yang berlangsung di kota, Cannes,Riviera Prancis sejak 13 Mei.

YLPK Desak Pertamina Awasi Elpiji Tiga KG

Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali mendesak PT Pertamina dan instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap regulasi elpiji ukuran tiga kilogram dalam upaya mengantisipasi kelangkaan di masyarakat.

Polres Gianyar Pasang Larangan Berenang Di Pantai

Jajaran Kepolisian Resort Gianyar, Bali memasang larangan berenang atau mandi di sepanjang daerah pesisir yang menjadi objek wisata, mengingat gelombang laut di daerah itu sangat membahayakan.

Ketua FED Perkirakan Kenaikan Suku Bunga Tahun Ini

Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan pada Jumat, ia memperkirakan Federal Reserve AS mulai menaikkan suku bunga 'pada suatu saat tahun ini,' mengatakan menunda langkah yang ditunggu-tunggu berisiko ekonomi terlalu panas.