Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Peragi : Pidana Umum untuk Jerat Perusak Kebun

peragi, pidana umum, jerat perusak kebun, pengerusakan kebun, pontianak

Posted on 04 Mar 2013. Hits : 441

Ketua Umum Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), Achmad Manggabarani mengatakan, aparat penegak hukum dapat menggunakan tindak pidana umum untuk kasus pengerusakan kebun atau kegiatan lain yang mengganggu usaha perkebunan.

"Karena pasal 21 UU No 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, sudah dicabut oleh Mahkamah Konstitusi," kata Achmad Manggabarani saat lokakarya tentang perkebunan di Pontianak, Senin.

Pasal 21 UU No.18 tahun 2004 tentang Perkebunan berbunyi, "Setiap orang dilarang melakukan tindakan yang berakibat pada kerusakan kebun dan/atau aset lainnya, penggunaan tanah perkebunan tanpa izin dan/atau tindakan lainnya yang mengakibatkan terganggunya usaha perkebunan".

Selain pasal itu, Mahkamah Konstitusi juga mencabut Pasal 47 dari UU yang sama yang mengatur ancaman pelanggar terhadap pasal 21 dapat dipidana maksimal lima tahun penjara dan denda Rp5 miliar.

Ia mengakui, pascadicabutnya Pasal 21 UU No 18 Tahun 2004, ada kesan bahwa siapa saja dapat melakukan tindakan untuk merusak perkebunan.

Penyidik dari Direskrim Khusus Polda Kalbar, AKBP Andi Fairan mengatakan, polisi yang berhadapan dengan masyarakat dalam konflik di perkebunan.

Sementara Ketua Umum Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Pusat, Soedjai Kartasasmita menambahkan, perusahaan yang seharusnya menjadi korban dalam berbagai kasus konflik lahan.

Ia mencontohkan, PT Perkebunan Nusantara IV yang ribuan hektare lahannya diserobot berbagai pihak. "Malahan PT PN IV yang dituduh sebagai pemicu konflik," katanya menegaskan.

Ia tidak memungkiri akan semakin banyak tantangan yang dihadapi perusahaan perkebunan sehingga dibutuhkan dukungan kebijakan dari pemerintah dalam menghadapinya.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, luas areal perkebunan kelapa sawit di Indonesia mencapai 8,9 juta hektare. Hampir separuh atau sekitar 41 persen dikelola dan dikuasai rakyat.

Sedangkan di Kalbar, luas perkebunan kelapa sawit 880 ribu hektare dan 255.235 hektare diantaranya dikelola rakyat.

Mahkamah Konstitusi mencabut Pasal 21 dan Pasal 47 UU No 18 Tahun 2004 setelah menerima gugatan yang dimohonkan empat petani tradisional yakni Japin (asal Desa Silat Hulu, Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalbar), Vitalis Andi (Desa Mahawa, Kabupaten Ketapang, Kalbar), Sakri (asal Desa Soso, Blitar, Jawa Timur) dan Ngatimin alias Keling (Desa Pergulaan, Serdang Bedagai, Sumatra Utara). Mereka dijatuhi hukuman pidana ketika mempertahankan lahan adat dan hak kelolanya dari perampasan perusahaan perkebunan sawit. (ant/ed)

'Garuda Travel Fair' Ramai Dikunjungi Warga Palembang

'Garuda Travel Fair' 2014 yang diselenggarakan di Palembang Icon Mall, 24-26 Oktober 2014 ramai dikunjungi warga setempat termasuk para pendatang.

Makmur Menjadi Kadis Dikbud Kendari

Sekretaris Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Makmur, dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat oleh Wali kota Kendari, Asrun, di Aula Betakwa Kendari, Jumat.

Bupati Minta Kades Rangkul Semua Elemen Masyarakat

Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tarmizi Saat meminta kepala desa (kades) dapat merangkul semua elemen yang ada di masyarakat tanpa pandang bulu untuk meningkatkan kemajuan desa di daerah itu.

Surabaya Perbanyak Lapangan Olahraga Di Sekolah

Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Surabaya memperbanyak lapangan olahraga di sekolah untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan para siswa.

Di Depok 19 Orang Meninggal Akibat HIV/AIDS

Sebanyak 19 orang warga Kota Depok Jawa Barat meninggal dunia akibat menderita penyakit HIV/AIDS, karena rendahnya tingkat kesadaran mereka untuk meminum obat anti retroviral virus (ARV).