Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

MK Tolak Permohonan Syiah Sampang

mk, tolak permohonan, syiah, sampang

Posted on 19 Sep 2013. Hits : 249

Mahkamah Konstitusi menolak permohonan yang diajukan terpidana penistaan agama yang juga pemimpin Syiah di Sampang, Tajul Muluk, yang menguji Pasal 156 (a) KUHP juncto Pasal 4 UU No. 1/PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama.

"Menyatakan menolak permohonan para Pemohon (Tajul Muluk, Hassan Alaydrus, Ahmad Hidayat, dan Umat Shahab) untuk seluruhnya," kata Ketua Majelis Hakim Akil Mochtar, saat membacakan amar putusan di Jakarta, Kamis.

Menurut Mahkamah, Pasal 156a KUHP merupakan bagian dari delik-delik penyebaran kebencian yang bertujuan untuk menjaga ketenteraman dan ketertiban umum di kalangan penduduk jangan sampai terkena berbagai macam hasutan yang mengacau dan memecah belah dengan jalan berpidato, tulisan, gambar dan lain sebagainya di depan umum atau di media massa.

"Oleh karena itu, penentuan apakah perbuatan seseorang telah memenuhi sifat-sifat tersebut merupakan kewenangan dari hakim pengadilan umum yang memutus dan vonis yang dijatuhkan merupakan wujud dari pertimbangan hakim dalam memberikan keadilan sesuai dengan karakteristik kasus masing-masing," kata Hakim Konstitusi Patrialis Akbar, saat membacakan pertimbangan hukumnya.

Patrialis mengatakan bahwa hal tersebut merupakan permasalahan dari penerapan hukum dan bukan permasalahan konstitusionalitas.

Dia juga menegaskan bahwa Pasal 156a KUHP yang dirumuskan dalam Pasal 4 UU Pencegahan Penodaan Agama, telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari KUHP sejak diundangkannya Penetapan Presiden Nomor 1 Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama pada 27 Januari 1965, yang kemudian ditetapkan sebagai Undang-Undang Nomor 1/PNPS/1965 dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1969 tentang Pernyataan Berbagai Penetapan Presiden dan Peraturan Presiden Sebagai Undang-Undang.

"Dengan demikian, sanksi pidana dalam Pasal 156a KUHP yang terkait dengan penafsiran suatu ajaran agama atau penyimpangan dan penyalahgunaan agama tertentu merupakan sanksi yang bersifat ultimum remedium," katanya.

Menurut Mahkamah, penerapan Pasal 156a KUHP dengan penafsiran sebagaimana dimaksud permohonan para Pemohon adalah ruang lingkup kewenangan mutlak peradilan umum, atau merupakan permasalahan penerapan norma, bukan persoalan konstitusionalitas norma.

Menanggapi putusan ini, Kuasa Hukum Tajul Muluk, Ahmad Taufik, mengatakan MK tidak konsisten dalam penerapan yang dinilai melanggar konstitusi.

"MK sebagai pengawal konstitusi harus meluruskan dengan memberikan tafsir yang benar supaya bagi penegak hukum di lapangan tidak melanggar aturan hukum, terutama konstitusi," kata Taufik.

Dengan ditolaknya permohonan ini, Taufik akan melakukan upaya melakukan pengujian ketentuan tersebut dan mencari bukti lain agar permohonannya tidak "nebis in idem".

"Masih ada celah-celah hukum yang akan kami cari, bisa saja dengan pemohon yang berbeda," kata Taufik.(ris/ant)

Wabup : Ibu Memiliki Peranan Sangat Besar

Wakil Bupati Kolaka Muhamad Jayadin mengatakan kaum ibu khususnya Dharma Wanita dinilai cukup memberikan sumbangsih terhadap pembangunan daerah ini.

Penumpang Angkutan Natal Sumut Naik Lima Persen

Dinas Perhubungan Sumatera Utara memperkirakan lonjakan penumpang pada Natal dan tahun baru tahun ini rata-rata naik lima persen pada setiap jenis angkutan yakni udara, laut, jalan dan kereta api seperti yang terjadi di tahun lalu.

Jasa Angkutan Udara Biak Tidak Tambah Penerbangan

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Frans Kaisiepo Kabupaten Biak Numfor, Papua, Mervin butarbutar mengatakan, para operator penyedia jasa penerbangan angkutan udara di Bandara Frans Kaisiepo tidak menyediakan tambahan penerbangan hari Natal dan Tahun Baru 2015.

Titin Suhartini Berlinang Air Mata Digugat Anak

Titin Suhartini (48) tak kuasa menahan tangis ketika digugat anak keduanya serta mantan suaminya, terkait dengan kepemilikan rumah yang kini ditempatinya bersama enam anaknya yang lain.

Taksi Bosowa Ekspansi Ke Banyuwangi

Grup Bosowa resmi berekspansi di sektor jasa transportasi taksi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dengan kekuatan awal sebanyak 25 armada untuk melayani masyarakat dan para wisatawan.