Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Majelis Syuro KPK Mangkir Panggilan KPK

majelis syuro kpk,tak penuhi panggilan kpk

Posted on 10 May 2013. Hits : 275

Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera Hilmi Aminuddin tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dengan kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dengan tersangka Ahmad Fathanah.

"Hari ini, ustaz Hilmi tidak bisa hadir karena ada acara yang sudah dijadwalkan jauh hari sebelum panggilan dari KPK," kata Perwakilan Biro Hukum Dewan Pimpinan Pusat PKS Zainudin Paru di gedung KPK, Jakarta, Jumat.

Namun, Zainuddin tidak menjelaskan acara yang dihadiri oleh Hilmi tersebut.

"Saya tidak tahu persis acara apa karena dalam kapasitas beliau tentu banyak acara yang harus dilakukan, itu acara jauh hari," tambah Zaninuddin.

Ia meminta KPK menjadwalkan ulang pemanggilan Hilmi.

"Saya datang hari ini dengan maksud ketidakhadiran hari ini dan kami minta dijadwalkan ulang pada waktu apakah Selasa atau Rabu besok, kalau bisa di luar hari Jumat karena beliau ustaz, mungkin ada jadwal ada acara khotbah," ungkap Zainuddin.

Ia yakin bahwa ketidakhadiran Hilmi tersebut bukan untuk menghindari proses hukum.

"Bagaimana mungkin menghindar? Jadwal ini jauh-jauh hari dirancang," tambah Zainuddin.

Sebelumnya, KPK telah memeriksa anak Hilmi, Ridwan Hakim, pada bulan Februari 2013, Ridwan juga telah dicegah oleh KPK sejak 8 Februari 2013.

Hilmi Aminuddin dan Ridwan Hakim diketahui memiliki peternakan sapi seluas 4 hektare di daerah Cibodas, Jawa Barat, terdapat sekitar 1.000 ekor sapi.

Fathanah sendiri juga dijadwalkan diperiksa pada hari ini sebagai tersangka.

Pihak lain yang dijadwalkan diperiksa dalam kasus ini adalah asisten pribadi mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Zaky, yang bersama-sama dengan penyidik KPK mendatangi gedung DPP PKS di Jalan T.B. Simatupang pada hari Selasa (7/5) dan mantan anggota DPR dari Fraksi PKS Rama Pratama dan asisten pribadi Luthfi Rantala Sikayo.

KPK telah menyegel tujuh mobil yang terkait dengan Luthfi, yaitu Toyota FJ Cruiser nomor polisi B 1230 TJE pada hari Jumat (3/5), mobil Toyota FJ Cruiser nomor polisi B 1330 SZZ dan lima mobil yang disegel adalah Volkswagen Carravelle dengan nomor polisi B 948 FRS yang dimiliki atas nama Ali Imron, yaitu ajudan Luthfi.

Berikutnya, Mazda CX9 nomor polisi B 2 MDF atas nama Luthfi dan Toyota Fortuner B 544 FRS atas nama orang dekat Lutfhi, yaitu Ahmad Zaky, serta dua mobil yang belum diverifikasi nomor polisinya, yaitu Nissan Navara dan Pajero Sport.

Dalam kasus suap impor sapi, KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, dua orang direktur PT Indoguna Utama yang bergerak di bidang impor daging, yaitu Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi dan Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman.

Fathanah bersama Lutfi Hasan disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf a atau b atau Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP mengenai penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji terkait dengan kewajibannya.

Keduanya juga disangkakan melakukan pencucian uang dengan sangkaan melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 atau Pasal 5 UU No. 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Elizabeth, Juard, dan Arya Effendi diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) atau Pasal 13 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU No. 20/2001 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tentang pemberian hadiah atau janji kepada penyelenggara negara.

Juard dan Arya ditangkap KPK setelah menyerahkan uang senilai Rp1 miliar kepada Fathanah. KPK sudah menyita uang tersebut yang merupakan bagian nilai suap yang seluruhnya diduga mencapai Rp40 miliar dengan perhitungan "commitment fee" per kilogram daging adalah Rp5.000 dengan PT Indoguna meminta kuota impor hingga 8.000 ton.

Mentan Suswono, Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah, Maria Elisabeth Liman pernah bertemu pada tanggal 11 Januari di Hotel Aryaduta Medan untuk membahas kuota impor daging sapi.(ris/ant)

Ribuan Jemaah Haji Riau Dalam Perawatan di Saudi

Lima orang haji dari Provinsi Riau hingga saat ini masih dalam perawatan intensif Rumah Sakit di Arab Saudi dan belum bisa pulang ke tanah air, meski teman-teman sesama Kelompok Terbangnya sudah tiba di Indonesia.

'Kamu Harus Cepat Pulang' Tutup Syukuran Rakyat

Lagu 'Kamu Harus Cepat Pulang' dari grup musik Slank menjadi penutup Syukuran Rakyat Salam Tiga Jari di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Senin malam.

Pabrik Rokok Stop Pembelian Tembakau di Bojonegoro

Dinas Perhutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan sejumlah pabrik rokok menghentikan pembelian tembakau, karena panen tanaman tembakau Virginia Voor Oogst (VO) dan Jawa, yang merupakan tanaman Juni ternyata sudah habis.

Ekspor Kerajinan Bali Naik

Bali meraup devisa sebesar 151,19 juta dolar AS dari pengapalan aneka jenis hasil kerajinan skala rumah tangga selama delapan bulan periode Januari-Juli 2014, atau naik 14,22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya "Hasil industri sentuhan tangan-tangan terampil perajin dan seniman Bali itu mampu memberikan kontribusi sebesar 44,23 persen dari total ekspor Bali sebesar 341,81 juta dolar AS," kata kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Selasa.

Lebanon Tak Lagi Terima Pengungsi Suriah

Menteri Urusan Sosial Lebanon Rashid Derbas pada Senin, mengatakan negaranya tidak akan menerima pengungsi Suriah lagi, demikian laporan National News Agency (NNA).