Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

KPK Panggil Anggota Komisi III Terkait DPID

kpk panggil, anggota komisi 3 dpr ri

Posted on 15 Apr 2013. Hits : 139

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Komisi III H Andi Anzhar Cakra Wijaya, untuk kasus tindak pidana korupsi pemberian hadiah terkait dengan pengurusan anggaran dana penyesuaian infrastruktur daerah (DPID) tahun anggaran 2011.

"Saya diperiksa sebagai saksi untuk kasusnya Wa Ode. Masalah saksi kasusnya Haris Andi Surahman sama Fadh Arafiq," kata Andi saat tiba di gedung KPK Jakarta, Senin (15/4).

Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Amanat Nasional tersebut, tiba di gedung KPK pada pukul 10.00 WIB.

Sebelumnya, Kamis (28/3), KPK juga telah memeriksa dua anggota DPR RI yaitu Irgan Chairul Mahfiz dan Hendra S. Singkarru. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Haris Surahman dalam kasus DPID.

Irgan adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR dari fraksi PPP sedangkan Hendra adalah anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PAN.

Tersangka Haris adalah Wakil Sekjen Bidang Organisasi Gerakan Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan menjadi perantara pemberi uang kepada mantan anggota banggar Wa Ode Nurhayati dari pengusaha sekaligus Ketua Umum MKGR Fadh Artafiq alias Fadh el Fouz.

Dalam persidangan mantan anggota banggar asal fraksi PAN Wa Ode Nurhayati, Mirwan disebut oleh Fadh el Fouz sebagai orang yang mengatur alokasi DPID untuk dua kabupaten di Aceh yaitu Aceh Besar dan Bener Meriah sedangkan kabupaten Pidie Jaya diurus pimpinan banggar dari fraksi PKS Tamsil Linrung.

Haris telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 22 November 2012 dengan dugaan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 Undang-undang No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah pada UU No 20 tahun 2001 jo pasal 55 ayat ke (1) ke-1 KUHP tentang pemberi hadiah kepada penyelenggara negara.

Dalam perkara DPID, Wa Ode telah divonis bersalah melakukan tindakan korupsi dan pencucian uang dalam pengalokasian DPID dengan dijatuhi hukuman penjara 6 tahun dan denda Rp500 juta karena menerima hadiah uang Rp6,25 miliar dari Haris Andi Surahman yang berasal dari Fadh El Fouz sebagai 'fee' untuk memproses DPID di kabupaten Bener Meriah, Aceh Besar dan Pidie Jaya.

Hakim juga telah memutuskan mantan ketua MKGR Fadh El Fouz divonis bersalah karena memberikan uang kepada Wa Ode, dengan hukuman penjara dua tahun enam bulan dan denda Rp50 juta.(ris/ant)

Kota Jayapura Terendam Banjir

Hujan deras yang melanda kota Jayapura, Papua dan sekitarnya sejak Rabu pagi sekitar jam 05.

Penjualan Rumah di Tiongkok Anjlok

Penjualan rumah di Tiongkok selama periode tiga bulan yang berakhir Maret anjlok 7,7% menjadi 1,11 triliun yuan (US$178 miliar).

ACT Desak Pemerintah Lebih Membantu Etnis Rohingya

Aksi Cepat Tanggap (ACT) mendesak pemerintah Indonesia untuk memberikan upaya lebih dalam membantu meringankan beban etnis Rohingya yang tidak mendapatkan pengakuan dari pemerintah Myanmar.

Ekolobel Pelestarian Sumberdaya Perikanan

Indonesia mendukung kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk ekolabeling dengan tujuan pelestarian sumberdaya perikanan dan lingkungan, kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut P Hutagalung.

Dino Patti Djalal Lanjutkan Safari Politik

Peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Dino Patti Djalal melanjutkan safari politik yang pertama kalinya seusai pemilihan legislatif 9 April 2014 ke Nusa Tenggara Barat (NTB).