Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Kekerasan Geng Motor Merupakan Tanggung Jawab Semua Masyrakat

geng motor, makassar, masyarakat

Posted on 13 May 2013. Hits : 274

Pakar Kriminologi Universitas Hasanuddin, Prof Dr Aswanto, menyatakan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng motor di Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian tetapi semua kalangan masyarakat.

"Ini bukan saja menjadi tanggung jawab kepolisian karena kecenderungan seorang remaja ingin meluapkan jati dirinya dan ingin diakui keberadaannya di masyarakat," ujarnya saat diundang Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja membahas kekerasan geng motor di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini dikategorikan sebagai penyimpangan karena usia mereka yang belum masuk kategori dewasa.

Sementara jika aksi-aksi kekerasan yang dilakukan itu sudah masuk kategori dewasa, maka diklasifikasikan sebagai pelanggaran hukum atau tindak pidana sehingga model peradilannya juga berbeda antara yang dewasa dengan remaja.

"Ini yang harus dikaji dan harus dikategorikan jenis penyimpangannya, apakah itu dilakukan secara berulang atau tidak. Pembuktian itu akan diketahui saat penyidikan," katanya.

Aswanto mengaku jika aksi kekerasan yang dilakukan kelompok remaja yang masih duduk di bangku sekolah baik SMP maupun SMA ini banyak meniru tayangan kekerasan lewat televisi.

Media televisi menjadi salah satu alat yang paling cepat untuk mempelajari beragam isi acara tersebut, baik tayangan yang sifatnya positif maupun yang negatif.

Jika meniru isi tayangan negatif, ujar dia, yang paling berbahaya jika itu menjadi kebablasan dan tidak segan-segan menjadi lebih beringas.

"Mereka merasa diakui jika melakukan aksi-aksi kekerasanya, apalagi jika dilakukan secara berkelompok maka moral dari individu itu akan berlipat ganda dan cenderung melakukan tindakan-tindakan yang sudah melampaui batas," ucapnya.

Dirinya mengkhawatirkan, jika aksi-aksi yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini tidak segera mendapatkan pembinaan, maka akan menjadi suatu kelompok ekslusif dan dapat menimbulkan keresahan yang lebih besar lagi.

Maka dari itu, dirinya mendesak kepada semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, aparat kepolisian maupun keluarga agar bisa bersama-sama memberikan perhatian lebih kepada anak-anak remaja agar tidak melakukan penyimpangan.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja mengaku, sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa terduga pelaku kekerasan maupun pengrusakan, serta yang melakukan pelemparan bom molotov di sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) dan rumah ibadah.

Salah satu anggota geng motor yang diringkus yakni pimpinan geng motor Mappakoe berinisial A yang masih berusia 17 tahun.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan apakah anak yang tertangkap tangan di Kendari sebelum melarikan diri ke Jakarta itu terkait dengan penikaman wartawan atau tidak karena beberapa tindak kekerasan serta pelemparan bom molotov itu sudah diakuinya," katanya.(ris/ant)

Jokowi Lebaran Perpisahan Di Balaikota

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merayakan Idul Fitri 1435 Hijriah bersama dengan keluarga besar pegawai Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD setempat sebelum dilantik sebagai Presiden RI pada 20 Oktober mendatang.

Trans Kalimantan Poros Selatan Masih Ramai Pemudik

Arus mudik di ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan, khususnya yang melintasi Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, hingga hari raya ini masih terlihat ramai.

Jusuf Kalla Minta Masyarakat Jaga Kedamaian

Calon wakil presiden terpilih sesuai rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jusuf Kalla meminta masyarakat Indonesia untuk menjaga kedamaian dalam merayakan Idul Fitri 1435 H.

Zoelva: Partisipasi Umat Islam Belum Selesai Pascapemilu

Partisipasi umat Islam belum selesai pasca-Pemilihan Umum Presiden 9 Juli 2014, kata Prof Dr Hamdan Zoelva dalam khutbahnya usai Shalat Idul Fitri 1435 H di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Senin.

Kalibukbuk Buleleng Alami Krisis Air Bersih

Masyarakat Banjar Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, Kabupaten Buleleng, Bali mengalami krisis air bersih akibat lokasi desa cukup tinggi dan pipa yang menyalurkan air dari Perusaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) tidak menjangkau daerah tersebut.