Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Kekerasan Geng Motor Merupakan Tanggung Jawab Semua Masyrakat

geng motor, makassar, masyarakat

Posted on 13 May 2013. Hits : 286

Pakar Kriminologi Universitas Hasanuddin, Prof Dr Aswanto, menyatakan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng motor di Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian tetapi semua kalangan masyarakat.

"Ini bukan saja menjadi tanggung jawab kepolisian karena kecenderungan seorang remaja ingin meluapkan jati dirinya dan ingin diakui keberadaannya di masyarakat," ujarnya saat diundang Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja membahas kekerasan geng motor di Makassar, Senin.

Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini dikategorikan sebagai penyimpangan karena usia mereka yang belum masuk kategori dewasa.

Sementara jika aksi-aksi kekerasan yang dilakukan itu sudah masuk kategori dewasa, maka diklasifikasikan sebagai pelanggaran hukum atau tindak pidana sehingga model peradilannya juga berbeda antara yang dewasa dengan remaja.

"Ini yang harus dikaji dan harus dikategorikan jenis penyimpangannya, apakah itu dilakukan secara berulang atau tidak. Pembuktian itu akan diketahui saat penyidikan," katanya.

Aswanto mengaku jika aksi kekerasan yang dilakukan kelompok remaja yang masih duduk di bangku sekolah baik SMP maupun SMA ini banyak meniru tayangan kekerasan lewat televisi.

Media televisi menjadi salah satu alat yang paling cepat untuk mempelajari beragam isi acara tersebut, baik tayangan yang sifatnya positif maupun yang negatif.

Jika meniru isi tayangan negatif, ujar dia, yang paling berbahaya jika itu menjadi kebablasan dan tidak segan-segan menjadi lebih beringas.

"Mereka merasa diakui jika melakukan aksi-aksi kekerasanya, apalagi jika dilakukan secara berkelompok maka moral dari individu itu akan berlipat ganda dan cenderung melakukan tindakan-tindakan yang sudah melampaui batas," ucapnya.

Dirinya mengkhawatirkan, jika aksi-aksi yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini tidak segera mendapatkan pembinaan, maka akan menjadi suatu kelompok ekslusif dan dapat menimbulkan keresahan yang lebih besar lagi.

Maka dari itu, dirinya mendesak kepada semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, aparat kepolisian maupun keluarga agar bisa bersama-sama memberikan perhatian lebih kepada anak-anak remaja agar tidak melakukan penyimpangan.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja mengaku, sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa terduga pelaku kekerasan maupun pengrusakan, serta yang melakukan pelemparan bom molotov di sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) dan rumah ibadah.

Salah satu anggota geng motor yang diringkus yakni pimpinan geng motor Mappakoe berinisial A yang masih berusia 17 tahun.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan apakah anak yang tertangkap tangan di Kendari sebelum melarikan diri ke Jakarta itu terkait dengan penikaman wartawan atau tidak karena beberapa tindak kekerasan serta pelemparan bom molotov itu sudah diakuinya," katanya.(ris/ant)

Cici Tegal Akui Terima Uang Dari Siti Fadilah

Artis Sri Wahyuningsih alias Cici Tegal mengakui menerima uang sebesar Rp500 juta dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Bareskrim Gandeng Kemkominfo Blokir 360 Situs Judi

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir sebanyak 360 situs judi online.

Kantor Urusan Kemanusiaan PBB Prihatin Terhadap Serangan di Mali

Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dan mitranya prihatin bahwa serangan oleh orang dan kelompok bersenjata di sekitar Timbuktu di Mali Utara memaksa banyak orang meninggalkan rumah mereka.

Puskesmas Asoklokobal Beri Layanan Kesehatan Gratis

Puskesmas Kampung Asoklokobal, Distrik Asoklokobal, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara gratis.

Menag: Lima Kiat Hindari Travel Umrah Berisiko

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membagikan lima kiat untuk menghindari biro perjalanan umrah berisiko, menilik belakangan terdapat kasus penelantaran 49 orang jamaah di Jeddah, Arab Saudi dan kejadian serupa sering terulang.