Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Kasus Korupsi Gapoktan Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

korupsi gapoktan, pengadilan tipikor

Posted on 16 Dec 2013. Hits : 331

Kasus dugaan korupsi dana gabungan kelompok tani (Gapoktan) Desa Sabedo, Utan, Sumbawa, telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Pelimpahan kasus ini telah dilakukan Kejaksaan Negeri Sumbawa, karena berkasnya telah dinyatakan lengkap. "Tersangka dan barang bukti sudah kami limpahkan," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa Sugeng Hariadi SH MH, di Sumbawa Besar, Senin.

Pelimpahan ini dilakukan, agar persidangan kasus itu di Pengadilan Tipikor segera dilaksanakan. Diperkirakan, dalam waktu satu minggu atau paling lambat awal tahun depan, persidangannya sudah dimulai.

Sugeng menyatakan, dalam kasus dugaan korupsi dana Gapoktan ini, pihaknya telah menetapkan seorang tersangka bernama Arifin Mustaram, yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Gapoktan Adil Makmur Desa Sabedo.

"Kasus korupsi dana Gapoktan ini mencuat setelah adanya laporan dari masyarakat pada Januari 2013 lalu," Sugeng menegaskan.

Kronologis kasus, kata dia, berawal ketika Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB mengucurkan bantuan terhadap Gapoktan tersebut sebesar Rp75 juta. Bantuan itu langsung disalurkan melalui rekening kelompok tani.

"Modus yang dilakukan sekretaris Gapoktan itu, dengan melakukan pencairan bantuan dengan membuat surat kuasa dan memalsukan tanda tangan ketua serta bendahara. Dana itu kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi," kata Kajari.

Selain kasus Gapoktan, menurut Kajari, sejumlah perkara tindak pidana korupsi lainnya juga segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor dalam waktu dekat.

Perkara yang siap dilimpahkan adalah kasus korupsi PNPM Kecamatan Empang dan korupsi ADD Desa Bukit Damai KSB, yang rencananya awal tahun 2014 akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Mataram.

"Saat ini berkasnya sedang diteliti jaksa penuntut umum (JPU), sedangkan kasus ADD Bukit Damai masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumbawa.(ris/ant)

Peruntukan Cukai Rokok Tidak Jelas

Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEKK) Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia Jakarta menilai peruntukan alokasi cukai rokok di Indonesia saat ini masih tidak jelas, berbeda dengan beberapa negara yang dialokasikan dalam anggaran kesehatan.

Pengadilan Banding Malaysia Kukuhkan Hukuman Mati wni

Pengadilan banding Malaysia mengukuhkan hukuman mati terhadap warga Indonesia, La Ode Ardi Rasila (38), yang didakwa membunuh pegawai AmBank Norazita Abu Talib pada 2013.

Pengadaan Beras di Sulteng Capai 50 Persen

Realisasi pengadaan beras untuk stok nasional di Sulwesi Tengah hingga kini sudah mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan Perum Bulog pada musim panen 2015.

WVI-Bappeda Kalbar Terbitkan Buku Kisah Inspiratif

Wahana Visi Indonesia dan Bappeda Kalimantan Barat menerbitkan buku Kisah Inspiratif dari Tanah Khatulistiwa yang berisikan kumpulan kisah praktik pembangunan dan pelaku pembangunan yang berhasil dilakukan di sebelas kabupaten/kota di Kalbar.

Petani Banyuning Buleleng Alami Penurunan Hasil Panen

Petani tanaman pangan di Desa Banyuning, Kabupaten Buleleng, Bali mengalami penurunan hasil panen hingga 25 persen akibat banyak biji padi kosong karena kekurangan air.