Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Hakim Tipikor Tolak Nota Keberatan Neneng

tipikor, nota keberatan, neneng sri wahyuni

Posted on 22 Nov 2012. Hits : 231

Majelis Hakim Pengadilan Khusus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) menolak nota keberatan atau eksepsi terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2008, Neneng Sri Wahyuni.

"Nota Keberatan terdakwa tidak dapat diterima," kata Ketua Majelis Hakim, Dharmawati Ningsih dalam persidangan di Tipikor Jakarta, Kamis.

Majelis Hakim memerintahkan jaksa penuntut umum untuk melanjutkan sidang pemeriksaan terhadap istri Muhammad Nazaruddin tersebut.

Ketua Majelis Hakim memutuskan persidangan akan dilanjutkan pada Kamis (29/11) dan Selasa (6/12), dengan menghadirkan tiga hingga empat orang saksi.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak eksepsi atau nota pembelaan yang disampaikan terdakwa Neneng Sri Wahyuni dan penasihat hukumnya pada Kamis (13/11).

Jaksa penuntut umum mengatakan eksepsi atau nota keberatan terdakwa sudah menyangkut materi pokok perkara yang harus dibuktikan dalam persidangan.

Selain itu, keberatan terdakwa soal mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis tidak ditetapkan sebagai tersangka, padahal namanya dalam berkas perkara Muhammad Nazaruddin disebutkan membagi-bagi uang suap kepada Sesmenpora Wafid Muharam dianggap tidak relevan dengan isi dakwaan.

Keberatan lain yang juga ditolak jaksa yakni terkait jabatannya di Grup Permai yang disebut penuntut umum sebagai Direktur Keuangan, sedangkan terdakwa mengaku hanya sebagai ibu rumah tangga yang tidak dapat mengintervensi pengadaan PLTS di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2008.

"Kami mohon majelis hakim menolak seluruh eksepsi terdakwa dan tim penasihat hukum, menyarankan surat dakwana telah memenuhi syarat formil dan materil dan dijadikan dasar melakukan pemeriksaan perkara atas nama Neneng," kata jaksa penuntut umum. (ant/as)

Pilih Uang Atau Istri

Sepasang suami istri sedang jalan-jalan di jalan kecil yang sepi,tiba-tiba dari jurusan belakang nyelonong keluar 2 orang dengan muka tertutup sehelai kain hitam, sambil mengacungkan sebilah pisau ke arah leher lelaki itu, ia berkata: "Yo, pilih sendiri, uang atau istri?""Uang.

Pameran Foto Aktivis Perempuan Difabel Digelar 5-27 September

Saksikan pameran foto para aktivis perempuan dari seluruh dunia yang menunjukkan diskriminasi yang mereka hadapi.

Sekolah-sekolah Diperindah untuk Sambut Lomba Sekolah Sehat

Pemkot Administrasi Jakarta Pusat terus membenahi empat sekolah yang akan bertanding dalam ajang Lomba Sekolah Sehat (LSS) 2015 tingkat DKI Jakarta, yang akan digelar pada 4 September mendatang.

Sejumlah Supermarket Belum Urus Izin Penjualan Daging

Kepala Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Pusat, Muljadi menyesalkan masih banyaknya pengelola supermarket yang belum mengurus perizinan penjualan daging.

Daging Busuk Disita

Suku Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jakarta Pusat mengamankan enam kilogram daging busuk dari sebuah supermarket terkenal di kawasan Duta Merlin, Gambir, Rabu (2/9).