Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

BNPP: Perlu Belajar dari Lepasnya Sipadan dan Ligitan

bnpp, badan pengelola perbatasan, sipadan, ligitan, samarinda

Posted on 19 Dec 2012. Hits : 343

Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) berpandangan pemerintah Indonesia perlu belajar dan mengambil hikmah dari terlepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia.

Untuk menghindari hal yang sama terjadi, maka perlunya memikirkan pengelolaan kawasan perbatasan secara utuh agar tidak "dikuasai" oleh negara tetangga lagi, ujar Asisten Deputi Pengelolaan Potensi Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP), Ir Sunarto MM dalam siaran pers yang diterima Antara Kaltim di Nunukan, Rabu.

Ia mengingatkan, kekalahan Indonesia oleh Malaysia di Mahkamah Internasional terhadap kedua pulau ini pada awalnya karena faktor ekonomi dan pengelolaan kawasan perbatasan yang belum maksimal sehingga produk-produk luar negeri dari negara tetangga terus masuk dan mendominasi perekonomian masyarakat kawasan perbatasan.

"Kita perlu maklumi produk-produk Malaysia mendominasi perekonomian masyarakat kawasan perbatasan di Pulau Sebatik karena kawasan perbatasan belum dikelola secara baik dan maksimal," ungkap Sunarto.

Oleh karena itu, kondisi semacam ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat perbatasan sendiri supaya pelajaran terlepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan kepada Malaysia tidak terulang lagi.

"Kita harus belajar dari kekalahan Indonesia terhadap penguasaan Pulau Sipadan dan Ligitan oleh Malaysia yang bermula dari penguasaan perekonomian masyarakat di pulau itu," ujar Sunarto dalam siaran pers tersebut.

Sunarto menegaskan, secara "the jure", Pulau Sebatik yang memiliki luas wilayah sekitar 50 ribu hektar yang terbagi dua wilayah yakni bagian utara milik Malaysia dan sebelah selatan milik Indonesia, tetapi secara ekonomi masih dalam penguasaan Malaysia.

Kondisi ini berlangsung setiap hari, dimana masyarakat Pulau Sebatik dan Pulau Nunukan setiap hari berbelanja kebutuhan sehari-hari di Tawau Malaysia seperti gas elfiji, ikan, daging dan lain-lainnya, katanya seraya menambahkan begitu pula dengan hasil-hasil perkebunan, pertanian, perikanan (raw material) dan tanaman pangan lainnya semuanya di pasarkan di Tawau Malaysia.

Namun ia mengakui pasca lepasnya Pulau Sipadan dan Libitan ke tangan Malaysia tahun 2002, perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap pulau-pulau kecil terluar (PPKT) dan pulau-pulau kecil perbatasan terus meningkat.

Bahkan dalam sepuluh tahun terakhir perhatian publik terhadap wilayah perbatasan terus meningkat, terutama pada perbatasan Indonesia dan Malaysia. Bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani wilayah perbatasan salah satunya adalah pembentukan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara dan pembentukan BNPP pada 17 September 2010 yang diberikan kewenangan khusus untuk mengelola perbatasan.

Hanya saja, Sunarto mengatakan tidak dibarengi dengan dukungan anggaran yang memadai untuk pengelolaan sumber daya wilayah perbatasan pada empat sudut pandang yakni aspek ekonomi, politik, hukum dan bencana alam. (ant/ed)

Apindo : Omzet Industri Besar Dan Kecil Naik

Industri besar dan kecil meliputi sektor jasa hingga riil mengalami kenaikan omzet terkait dengan Lebaran 2014, kata Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Frans Kongi.

Korban Luka Tembak Dievakuasi Ke Jayapura

Satu dari dua anggota Polri yang menjadi korban luka tembak, Selasa pagi, dievakuasi ke Jayapura dari Wamena, kata Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr.

Bali Usulkan Calon Menteri Untuk Jokowi

Bali Corruption Watch (BCW) mengusulkan beberapa nama untuk calon menteri di kabinet Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk periode 2014-2019.

Terminal Bus Palu Masih Sepi

Arus mudik dan balik kendaraan angkutan Lebaran di Kota Palu, Sulawesi Tengah, ke dan dari berbagai kota di dalam maupun luar kota lewat jalur darat di terminal belum terlihat pada hari kedua Idul Fitri 1435 Hijriah.

Pelayanan Kesehatan Di Waykanan Lampung Tetap Berjalan

Unit Gawat Darurat Puskesmas di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, tetap memberikan pelayanan kesehatan meskipun sedang libur cuti nasional Idul Fitri 1435 Hijriyah.