Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Sudetan Kali Ciliwung Telan Rp 500 Miliar Lebih

pembangunan sudetan, sungai ciliwung, kanal banjir timur

Posted on 21 Jan 2013. Hits : 304

Kementerian Pekerjaan Umum memperkirakan alokasi anggaran untuk membangun sudetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur sekitar Rp500 miliar lebih dan ditargetkan selesai sebelum 2014.

"Berdasarkan rapat tadi pagi jam 08.00 WIB dengan Presiden anggarannya sekitar itu dan harus sudah dimulai tahun ini dengan sumber dari APBN," kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto kepada pers usai membuka Rapimnas Gapensi 2013 di Jakarta, Senin.

Djoko menjelaskan, program sudetan Sungai Ciliwung itu karena ternyata debit air yang mengalir KBT saat banjir Jakarta beberapa hari lalu kapasitasnya masih di bawah kemampuan KBT, sementara untuk Kanal Banjir Barat sudah berlebih.

"Karenanya ada pemikiran bagaimana kalau beban Sungai Ciliwung juga dialihkan ke KBT," katanya.

Sudetan tersebut, kata Djoko, adalah salah satu dari sekian program yang sudah disiapkan pemerintah hingga 2017/2018 untuk mengatasi dampak banjir di Jakarta, mulai dari normalisasi 13 sungai hingga lainnya.

"Anggaran untuk sudetan ini, tentu juga harus dialokasikan lagi karena program lainnya sudah dan sedang akan berjalan," katanya.

Untuk itu, pihaknya, kini sedang menyiapkan tim guna menyusun detil desain dari sudetan tersebut.

"Dari paparan di depan Presiden RI kemarin, ada dua pilihan gorong-gorong di bawah jalan yakni dengan diameter 2,5 meter, berjejer empat atau empat meter berjejer dua," katanya.

Konsepnya, kata Djoko, sudetan itu nantinya sekitar satu meter di bawah jalan.

Tak jamin Menteri PU Djoko Kirmanto menyatakan pemerintah tidak menjamin Jakarta akan bebas dari banjir hingga beberapa tahun mendatang karena program normalisasi sejumlah sungai dan lainnya tuntas 2017-2018.

"Kendati program ini selesai pada 2017/2018, Jakarta tak dijamin bebas banjir," kata Djoko.

Apalagi, kata Djoko, tak ada satupun kota-kota besar di dunia yang mutlak bebas banjir, apalagi untuk Jakarta yang garis permukaannya di bawah air laut.

Namun, tegasnya, pihaknya bersama pemerintah daerah telah menyusun serangkaian program, mulai dari normalisasi sejumlah sungai di Jakarta, hingga revitalisasi situ dan embung.

"Jadi, ada bagian pusat dan pemda DKI. Total anggaran hingga 2016 sekitar Rp6,9 triliun dengan sasaran mengurangi titik genangan sebanyak 67 titik dari total 78 titik," katanya.

Djoko memberikan contoh, untuk pekerjaan normalisasi dari 13 sungai yang ada, beberapa sungai tanggung jawab pusat adalah, Kali Angke, Kali Pasangrahan, Kali Krukut, Kali Ciliwung, Kali Cipinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Jati Kramat dan Kali Cakung.

Untuk kewenangan Pemda DKI Jakarta, antara lain, Kali Sekretaris, Kali Grogol, Kali Cideng, Kali Baru Timur.

Tidak hanya itu, kata Djoko, saat ini juga sedang dalam proses lelang dengan anggaran pinjaman Bank Dunia berupa Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).

"Proyeknya antara lain untuk Cengkareng Drain, Sunter Hilir dan Muara Banjir Kanal Barat dengan total anggaran Rp1,4 triliun," katanya.(ant/id)

Khotimah: Lebih Baik Jualan daripada Mencuri

Sepuluh tahun sudah perempuan itu berjualan di depan Rumah Sakit MMC di Kuningan, Rasuna Said, Jakarta.

BEI Kaji Aturan Baru IPO Perusahaan Migas

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku sedang mengkaji peraturan baru untuk memudahkan perusahaan sektor minyak dan gas melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) meski belum memulai tahapan operasi produksi.

Tarik Minat Masyarakat, Sosialisasi Pasar Modal Perlu Lebih Gencar

Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat membantu mensosialisasikan investasi pasar modal kepada masyarakat di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Lebih Dari 25.000 Warga Mesir Tinggalkan Libya

Lebih dari 25.000 warga negara Mesir meninggalkan Libya dan kembali ke tanah airnya sejak kelompok bersenjata Negara Islam (IS) menyiarkan video pemenggalan 21 pemeluk Kristen Koptik asal Mesir pada awal Februari, kata Kementerian Luar Negeri, Jumat.

Pilot Ukraina Dapat Tewas Dalam Hitungan Hari Di Penjara Rusia

Kesehatan pilot Ukraina, yang melakukan mogok makan di penjara Rusia, merosot tajam dan "dapat meninggal dalam hitungan hari", kata anggota dewan hak asasi manusia Kremlin, Jumat.