Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Proyek "Pile Slab" Palangkaraya Selesai Lebih Cepat

ple slab, kontraktpr, realisasi, mobilitas, overheaad, apbn

Posted on 05 Dec 2012. Hits : 490

Proyek pembangunan jalan jembatan dengan teknologi "pile slab" sepanjang 3,5 kilometer (km) ditargetkan selesai lebih cepat 10 bulan dari rencana Juni 2014 menjadi Maret 2013.

"Kemajuan dan realisasi fisik proyek sudah 75,88 persen dari rencana 72,90 persen sehingga berdasarkan perkembangan itu dan jadwal baru, bisa selesai 10 bulan lebih cepat," kata Pejabat Pembuat Komitmen Pelaksanaan Jalan Nasional VII, pada proyek Paket Pembangunan Pile Slab Tumbang Nusa, Kerry N. Antang menjawab pers, di sela Peninjauan Jalan Nasional Kalsel-Kalteng, Rabu.

Ia menjelaskan, target maju dari jadwal tersebut karena secara umum tidak ada kendala berarti, bahkan musim hujan mundur dari perkiraan.

"Itu memperlancar pekerjaan kami dan biaya-biaya oleh kontraktor bisa dihemat, tetapi tak berpengaruh pada nilai kontrak," katanya.

Artinya, lanjut dia, meski terjadi percepatan, tidak berpengaruh terhadap penghematan biaya proyek karena nilai barang dan material proyek sudah diperhitungkan semua.

"Jadi, penghematannya hanya dari sisi 'overhead' kontraktor, misalnya gaji karyawan dan sebagainya," katanya.

Ia juga menyebut, nilai strategis proyek ini adalah memperlancar arus barang dan manusia di lintas Kalsel-Kalteng.

"Ini satu-satunya jalan nasional dan sangat strategis untuk mobilitas arus barang-manusia, terutama karena mobilitas logistik Palangkaraya masih menggunakan pelabuhan di Banjarmasin. Palangkaraya kan belum ada pelabuhan," katanya.

Sebelum adanya proyek ini, lanjut dia, pengguna mobil pribadi jika melintas di jalan ini menggunakan ferry tradisional di atas rawa-rawa sedangkan truk praktis tidak ada yang berani.

Proyek jalan berupa jembatan di atas rawa-gambut tebal tersebut melengkapi dari proyek sejenis sepanjang 7 km sehingga total dengan proyek ini menjadi 10 km.

"Disain proyek ini direncanakan untuk 50 tahun ke depan dan kedalaman pile slab pancang 32-44 meter," katanya.

Teknologi ini juga sudah diterapkan di berbagai belahan dunia, seperti di China dan Indonesia, selain di Kalimantan, juga sudah diterapkan di proyek pelebaran tol Bandara Soekarno-Hatta milik PT Jasa Marga.

"Selain itu, kekuatan pile slab diproyeksikan mampu menahan beban hingga 22 ton," katanya.

Proyek ini, tambah Kerry, dibiayai APBN murni dengan nilai kontrak pertama pada 10 Oktober 2011 senilai Rp118,4 miliar dan adendum kontrak pertama Rp123 miliar pada Juni 2012.

"Kontraktornya PT Hutama Karya," katanya.(ant/ev)

Seorang Narapidana Lapas Bengkalis Kabur

Seorang narapidana yang terkait kasus narkotika yang masih dalam perkara di Lapas Kelas II A Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, kabur dari tahanan.

Tarif AKDP Ditetapkan Awal Pekan Depan

Tarif Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Jambi, baru akan ditetapkan dinas Perhubungan Provinsi Jambi awal pekan depan, kata Kepala Bidang Perhubungan Darat dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Amsyardeni, Sabtu.

Sekda Bone Bolango : Explorasi Indonusa Berdampak Positif

Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mengharpakn aktivias perusahaan pertambangan PT Explorasi Indonusa Jaya di wilayah tersebut bisa berdampak positif bagi rakyat.

Indonesia-Vietnam 1-1 Di Babak Pertama

Indonesia dan tuan rumah Vietnam sementara bermain imbang 1-1 pada babak pertama pertandingan grup A kejuaraan sepak bola Asia Tenggara Piala AFF di Stadion My Dinh, Hanoi, Sabtu.

Ketua : Kondisi Gedung PBSI Rejanglebong Memprihatinkan

Gedung Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Rejanglebong, Bengkulu, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, kata Ketua PBSI Rejanglebong, Sufra.