Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Presiden Ingin Kembalikan Madura Jadi Pulau Garam

garam, presiden sby, pulau garam

Posted on 30 Jan 2013. Hits : 358

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin mengembalikan Madura menjadi "Pulau Garam" seperti pada masa lalu, kata Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr Sudirman Saad.

"Dalam rapat koordinasi bidang perekonomian, Presiden sudah memerintahkan sejumlah kementerian terkait untuk memberikan perhatian kepada Madura dalam dua hal yakni garam dan tebu," katanya di depan ratusan petani garam se-Jatim di Surabaya, Rabu.

Saat mewakili Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C.Sutardjo, untuk menjadi pembicara utama dalam lokakarya nasional dan pembukaan rapat koordinasi pengurus Himpunan Masyarakat Petani Garam (HMPG) Jawa Timur, ia menjelaskan pihaknya akan membangun sejumlah infrastruktur pendukung di Madura.

"Kami akan memberikan dukungan khusus untuk Madura, karena itu kami akan mendampingi petani untuk meningkatkan kualitas garam. Target swasembada garam sudah tercapai pada 2012, karena itu pada 2013 akan menargetkan peningkatan kualitas garam," katanya.

Upaya pendampingan petani itu dilakukan dengan mengupayakan fasilitas teknologi untuk menaikkan kualitas garam produksi rakyat yang masih kw-3 (garam konsumsi) menjadi kw-2 atau kw-1 (garam industri).

"Teknologi sudah ada, seperti geomembran yang dilakukan Jatim atau teknologi ulir yang sangat sederhana. Kita sudah memiliki teknologi, karena BPPT sudah menemukannya, tinggal sosialisasi kepada petani," katanya.

Selain pendampingan itu, pihaknya juga akan membangun infrastruktur seperti membangun saluran primer, sekunder, dan jalur-jalur industri.

"Kami akan mengupayakan hal itu melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan," katanya dalam acara yang dibuka Asisten II Sekdaprov Jatim Hadi Prasetyo mewakili Gubernur Jatim Soekarwo.

Stop importasi garam Dalam kesempatan itu, Sudirman Saad juga setuju usulan Ketua HMPG Jatim Moh Hasan untuk melakukan stop importasi garam, karena tata niaga garam yang memihak petani akan mendorong produksi garam nasional.

"Karena itu, kami mengusulkan kepada Kementerian Perdagangan untuk melalukan stop importasi garam, sebab produksi garam rakyat pada tahun 2012 sudah surplus 1,5 juta ton," katanya.

Caranya, pemerintah tidak perlu memberi izin impor dan importir garam diberi syarat untuk menyerap garam rakyat melalui pengelolaan sederhana yang menaikkan kualitas dari kw-3 ke kw-2 atau kw-1.

"Kalau garam rakyat ditingkatkan kualitasnya, maka perkiraan paling nahas adalah kita bisa memiliki tambahan hampir 1 juta ton dari 1,5 juta ton garam surplus, sehingga impor akan dilakukan bila seluruh garam rakyat terserap terlebih dulu," katanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua HMPG Jatim Moh Hasan mengusulkan kepada pemerintah agar posisi PT Garam yang selama ini memproduksi dan berdagang garam untuk dikurangi menjadi berdagang garam saja.

"Kalau memproduksi garam juga akan menjadi pesaing petani, padahal PT Garam seharusnya difungsikan seperti Bulog yang berdagang dengan membeli hasil produksi petani, sekaligus menetapkan batasan harga garam yang wajar," katanya.

Lokakarya nasional yang digelar untuk memberi masukan kepada peserta rakor HMPG se-Jatim itu juga menampilkan sejumlah pembicara, di antaranya Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Sumber Daya Hayati Kemenko Perekonomian.

Selain itu, Dirjen Basis Industri Manufaktur Kemenperin, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Kepala Dinas Koperasi Jatim, dan Ketua Komisi B DPRD Jatim. (ant/as)

Dosen UIN Dilatih Menulis Artikel Ilmiah Populer

Sebanyak 50 dosen dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh, mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah populer dan menjadi jurnalisme warga.

Mayjen Fransen Siahaan Tatap Muka Dengan Gubernur

Mayjen TNI Fransen G Siahaan, mantan Pangdam XVII/Cenderawasih bertatap muka dengan Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi dan sejumlah tokoh masyarakat, adat, agama serta Forkompimda Kabupaten Manokwari.

Pansus Ketenagakerjaan DPRD Kembali Sisir TKA Ilegal

Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan kembali menyisir tenaga kerja asing ilegal di provinsi tersebut.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Untidar Lolos Ke Pimnas

Tiga mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar Magelang, Jawa Tengah, lolos mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional 2015 melalui proposal berjudul "Budi Daya Bibit Durian Petruk Tanaman Asli Indonesia dengan Multikaki".

Pangdam : TNI Zat Perekat Persatuan Kesatuan Bangsa

Prajurit TNI dan PNS di Papua dan Papua Barat tidak hanya menjalankan tugas pokok dan fungsinya saja, tetapi juga sebagaizat perekat persatuan dan kesatuan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.