Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Peserta Jamsostek di Pati Capai 14.200 Orang

jamsostek, pati, jawa tengah

Posted on 19 Nov 2012. Hits : 646

Jumlah pekerja dari sektor formal dan informal di eks-Keresidenan Pati, Jawa Tengah, yang menjadi peserta baru Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) pada periode Januari hingga November 2012 mencapai 14.200 orang.

Sedangkan jumlah perusahaan baru yang mendaftarkan di PT Jamsostek sebanyak 175 perusahaan dari target 190 perusahaan pada 2012, kata Kepala Kantor PT Jamsostek Cabang Kudus Agung Maryanto, di Kudus, Senin.

Dari puluhan perusahaan tersebut terdapat 10 perusahaan yang memanfaatkan produk jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK) untuk 5.300 pekerja, selebihnya program jaminan lainnya.

Adapun jumlah perusahaan yang terdaftar pada Jamsostek dan tergolong aktif hingga sekarang mencapai ratusan perusahaan dengan jumlah pekerja sebanyak 76.500 orang.

Dari ribuan peserta Jamsostek yang terdaftar, sebanyak 1.888 peserta di antaranya berasal dari pekerja sektor informal.

Untuk meningkatkan jumlah peserta jamsostek, katanya, sosialisasi kepada perusahaan yang tersebar di lima kabupaten, yakni Kudus, Jepara, Pati, Rembang, dan Blora ditingkatkan.

Selain itu pemahaman tentang pentingnya menjadi peserta Jamsostek juga perlu ditingkatkan. Manfaat mendaftarkan karyawannya sebagai peserta jamsostek, salah satunya bisa menciptakan situasi ketenangan para karyawan dalam menjalankan aktivitas kerja karena mendapat jaminan.

"Lingkungan kerja yang demikian, bisa berpengaruh terhadap motivasi kerja para karyawan, sehingga berpengaruh terhadap kinerja para pekerja," ujarnya.

Kendala yang dihadapi untuk menarik minat perusahaan mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta jamsostek, salah satunya anggapan iuran yang dikeluarkan sebagai biaya bukan investasi jangka panjang.

"Padahal, iuran yang dibayarkan setiap bulannya merupakan investasi jangka panjang bagi karyawannya," ujarnya.

Kualitas pelayanan, katanya, selalu ditingkatkan, terutama proses klaim yang tidak perlu membutuhkan waktu yang terlalu lama.

PT Jamsostek Cabang Kudus juga berupaya mendekatkan pelayanannya kepada peserta Jamsostek dengan membuka kantor unit pelayanan di Kabupaten Blora serta unit pelayanan penjembatan di sejumlah rumah sakit.

"Saat ini, PT Jamsostek juga menyediakan layanan 'online' untuk pembayaran klaim, sehingga peserta Jamsostek yang pindah domisili tidak perlu repot ke kantor PT Jamsostek yang mendaftarnya ketika hendak melakukan klaim pembayaran, terutama untuk program jaminan hari tua (JHT)," ujarnya.

Adapun program jamsostek yang ditawarkan, yakni jaminan hari tua (JHT), jaminan pemeliharaan kesehatan (JPK), jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JK). (ant/as)

PASI Harapkan Satu Organisasi Olahraga

Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Mohammad Hasan mengharapkan hanya ada satu induk organisasi keolahragaan yang mengurusi cabang-cabang olahraga di Indonesia.

Mendag Diminta Cabut Permendag 44/2014

Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) Sihol Manulang meminta Menteri Perdagangan Rachmat Gobel untuk mencabut Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 44 Tahun 2014, karena mendorong penyelundupan timah dalam jumlah besar.

Uranium Sulbar Tidak Dikomersialisasi

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menyatakan kandungan uranium yang terdapat di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat tidak akan dibuat menjadi komersial tetapi untuk pembangunan bangsa ini.

Pemerintah Akan Perkuat Sistem Logistik Nasional

Pemerintahan Indonesia akan mengoptimalkan penerapan sistem logistik nasional untuk meningkatkan industri logistik Tanah Air, kata Asisten Deputi Fasilitas Sistem Logistik dan Perdagangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erwin Raza.

KRKP Berharap Pemerintah Lirik Kedelai Edamame

Pemerintah diharapkan dapat melirik produksi kedelai edamame, pasalnya komoditi tersebut memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memberikan keuntungan bagi petaninya, kata Manager Advokasi dan Jaringan Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah.