Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Nasib Pemilik Tiket Batavia Batam Belum Jelas

riau, batavia air, maskapai pengganti, hang nadim

Posted on 05 Feb 2013. Hits : 399

Otoritas Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, menyebutkan hingga kini belum ada kejelasan nasib dari pemilik tiket Batavia Air yang sedianya terbang dari Batam.

"Belum ada kejelasan dari Batavia mengenai calon penumpang tersebut. Hingga saat ini belum ada maskapai pengganti untuk penerbangan dari Hang Nadim Batam," kata Kepala Bagian Umum dan Keuangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso di Batam, Selasa.

Ia mengatakan, meski pemerintah telah menunjuk beberapa maskapai termasuk Garuda Indonesia, Mandala Airlines, dan Citilink, namun sejuah ini belum ada satu maskapai pun yang mengajukan permohonan.

"Belum ada yang mengambil alih rute Batavia dari Hang Nadim dan mau mengangkut pemilik tiket Batavia secara gratis," kata dia.

Selain nasib penumpang belum jelas, kata dia, Batavia Air juga memiliki utang sebesar Rp325 juta dengan pihak Bandara Hang Nadim Batam dan sejumlah agen di Batam.

"Dalam pembicaraan terakhir, Batavia akan terlebih dahulu melunasi utang pada calon penumpang, pemilik travel sebelum melunasi pada pihak Hang Nadim," kata dia.

Suwarso mengatakan, saat ini tidak ada lagi aset dari Batavia Hang Nadim yang tertinggal kecuali dua laptop dan satu printer.

"Selama ini mereka memang hanya sewa gerai di Hang Nadim, hampir tidak ada aset yang dimiliki di Batam," kata dia.

Suwarso mengatakan, pihak Hang Nadim telah mengirim surat kepada manajemen Batavia Air sejak beberapa minggu yang lalu untuk penyelesaian utang tersebut.

Ia juga mengatakan, potensi "loss airport tax" dalam satu hari dengan tidak beroperasinya Batavia bisa mencapai sekitar Rp14,5 juta.

Hingga kini, pihak Asita juga menyatakan Batavia memiliki hutang diatas Rp175 juta pada beberapa travel di Kepulauan Riau.(ant/rd)

Gesang Terima Royalti Rp 100 Juta Tiap Tahun

Ahli waris penyanyi legendaris Tanah Air Gesang Martohartono masih menerima royalti dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) hingga Rp100 juta setiap tahun.

Harga CPO Jambi Kembali Turun

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di Provinsi Jambi kembali turun Rp20 per kilogram dari harga Rp7.

Pemerintah Putuskan Talangi Ganti Rugi Lapindo

Pemerintah memutuskan untuk menalangi sisa ganti rugi pembelian lahan warga yang terdampak bencana lumpur Lapindo mengingat perusahaan migas tersebut tidak lagi memiliki kemampuan membayarnya.

Pria Bersenjata Tewaskan 32 Orang dan Menculik 185 Orang

Beberapa pria bersenjata yang diduga adalah anggota kelompok Boko Haram telah menewaskan 32 orang dan menculik 185 orang lagi di Desa Gumsuri, Negara Bagian Borno di Nigeria Timurlaut, kata beberapa saksi mata dan sumber keamanan, Kamis (18/12).

Inflasi Yogyakarta 2015 Diproyeksikan 5,0-6,5 Persen

Inflasi Yogyakarta pada 2015 diproyeksikan sebesar 5,0-6,5 persen, kata pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Ahmad Ma'ruf.