Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Bank Indonesia Minta BPR Gencarkan Ekspansi

bank indonesia, bpr, ekspansi, gencar

Posted on 30 May 2013. Hits : 271

Bank Indonesia Batam meminta 42 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) meluaskan ekspansi ke daerah-daerah lain di Provinsi Kepulauan Riau selain Batam yang lebih membutuhkan BPR.

Deputi Bidang Sistem Pembayaran BI Batam Tadjudin Arief mengatakan hal itu di Batam, Kamis.

"Kami minta BPR ekspansi ke Tanjungpinang dan Karimun," kata Tadjudin Arief usai peresmian Bank Mutiara di Batam.

Ia mengatakan dari 42 BPR yang ada Kepri, 80 persen di antaranya masih terkonsentrasi di Batam. Padahal kota lain di Kepri membutuhkan BPR.

Menurut dia, perekonomian Tanjungpinang dan Karimun sedang bergeliat sehingga membutuhkan dorongan dari sektor perbankan.

"Perlu pemerataan pembangunan," kata dia.

Sementara itu, BI mempertimbangkan untuk membatasi jumlah BPR di Batam untuk menjaga persaingan antar bank.

Pada 2013, dari dua pengajuan izin BPR, BI Batam hanya mengizinkan satu di antaranya dan sekarang sedang dalam proses pembangunan. Sedang satu lainnya ditolak karena tidak ada kesepakatan soal modal awal sesuai dengan Peraturan BI.

"Satu BPR yang diizinkan itu di Tanjungpinang," kata dia.

Mengenai kredit macet, ia mengatakan NPL BPR di Batam sekitar dua persen, masih di bawah batas toleransi lima persen. Kebanyakan, kredit macet terjadi pada pembiayaan sektor konsumsi ketimbang modal kerja.

Untuk meminimalkan kredit macet, BI meminta perbankan untuk lebih hati-hati dan selektif sebelum menyalurkan dana. "BI meminta ada analisis mendalam," kata dia.

Menurut dia, BPR dan bank umum di Batam hanya mengutamakan ketersaraan agunan dalam menyalurkan kredit, padahal ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti kapasitas, kondisi dan kapital warga yang kredit.

"Perbankan di sini, hanya menyeret kecukupan agunan 'colateral'. Asal agunan cukup saja, itu yang membuat NPL memburuk," kata dia. (bn)

Banyak Nelayan Seruyan Gunakan Alat Tangkap Terlarang

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Seruyan, Provinsi Kalimantan Tengah, menyebutkan bahwa hingga kini masih banyak nelayan di wilayahnya yang menggunakan alat tangkap terlarang.

Banten Siap Jadi Tuan Rumah Pospenas 2016

Pemerintah Provinsi Banten menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren tingkat Nasional (Pospenas) ke-7 Tahun 2016.

CPNS Konawe Selatan Protes SK Penempatan

Ratusan Calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara menyerbu kantor badan kepegawaian daerah (BKD) setempat terkait penyerahan surat keputusan (SK) penempatan yang dianggap tidak sesuai dengan harapan mereka.

Forpi Usulkan Pengetatan Izin Pembangunan Hotel

Forum Pemantau Independen Pemerintah Kota Yogyakarta mengusulkan pengetatan pemberian izin pembangunan hotel khususnya di sekitar sekolah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar pascaruntuhnya pagar SMP Negeri 3 Yogyakarta.

Indonesia-Malaysia Bentuk Keseragaman Bahasa Melayu

Indonesia dan Malaysia perlu membuat keseragaman dalam bahasa Melayu agar dapat digunakan sebagai bahasa bersama yang juga dapat menonjolkan jati diri bangsa Melayu di kancah internasional, kata Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zahrain Mohamed Hashim.