Situs Berita, Berita Terkini, Portal Berita, Berita Terhangat, Berita Terbaru, Ciputra News

Setelah Jengkol, Kini Giliran Harga Petai Buat Lunglai Konsumen

jengkol, petai, petai, harga, naik

Posted on 04 Jun 2013. Hits : 720

Setelah harga jengkol mengalami kenaikan cukup tajam sejak sepekan lalu, kini giliran komoditas polong-polongan lain yang melejit sejak dua hari terakhir, yakni petai. Tercatat, harga petai saat ini sudah hampir menyamai harga daging sapi, yakni Rp 80.000 per kilogram.

Data yang dihimpun Redaksi Ciputra News dari berbagai sumber, Selasa, harga petai saat ini petai sudah menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan. Bahkan, lonjakannya lebih mengerikan dari jengkol mengingat petai saat ini dijual sebesar Rp 80.000 per kg. Tingkat harga itu kini hampir menyamai harga daging sapi per kilogramnya yang sekitar Rp 90.000 per kg, seperti terlihat di pasar Kota Pekanbaru, Riau.

Badrah (48), pedagang sayuran di Pasar Baru, Bekasi, mengatakan dari informasi yang dia dengar harga petai bikin konsumen berkantong cekak gigit jari, lantaran adanya gagal panen.

Menurut informasi dari Kementerian Pertanian RI kenaikan harga petai di sejumlah wilayah di Indonesia disebabkan berbagai faktor. Selain gagal panen, menurut dia, terganggunya jalur distribusi akibat cuaca buruk juga mempengaruhi harga ecerannya di pasar-pasar tradisional.

Meski gawat darurat petai dan jengkol, pemerintah tidak terlalu ambil pusing. Hatta Rajasa yakin kedua bahan pangan itu kenaikan harganya tak akan sampai menimbulkan gejolak ekonomi.

Berkaca dari sejarah republik ini, politikus PAN itu melihat jengkol dan petai belum pernah menyumbang peningkatan inflasi sehingga menggerus daya beli masyarakat.

"Saya kira itu tidak terlalu besar dan mempengaruhi inflasi. Belum ada inflasi tinggi karena jengkol," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, harga jengkol saat ini bahkan lebih tinggi dari beberapa bahan pokok lain seperti daging ayam negeri. Menurut data Kementerian Perdagangan, per 28 Mei, harga ayam broiler di pasaran sebesar Rp 26.122 per kg.

Jengkol pun mengalahkan harga sembako lainnya seperti telur ayam kampung, cabe merah dan bawang merah. Telur ayam kampung di pasaran mencapai Rp 35.127 per kg sedangkan cabe merah dan bawang merah rata-rata Rp 30.000 per kg.

Salah satu pedagang Pasar Kota Bekasi, Teguh (33), mengatakan tingginya harga jengkol akhir-akhir ini lantaran minimnya pasokan di pasaran. Kelangkaan jengkol disebabkan tak adanya pasokan dari Palembang. Jengkol dari Sumatera Selatan biasanya paling banyak dijual di pasaran.

Menurut Teguh, sejak akhir bulan kemarin, jengkol yang ada di pasaran merupakan kiriman dari Kalimantan. Sehingga harganya lebih mahal dan terus merangkak naik.

Gara-gara harganya melejit, urusan "perjengkolan" ini sampai juga ke jajaran pemerintah pusat. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengakui permintaan konsumen terhadap bahan makanan seperti jengkol berpotensi naik jelang bulan puasa seperti sekarang.

"Biasanya barang-barang sejenis seperti petai, jengkol dan kabau itu menjelang puasa meningkat," ujarnya saat ditemui di kantornya, akhir pekan lalu.

Melambungnya harga jengkol, ternyata bukan cuma bikin konsumen dongkol. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sampai ikut mengurut dada lantaran harga bahan makanan ini lebih mahal dari daging ayam.

Dahlan mengaku sedikit kecewa mendengar harga jengkol yang naik dua kali lipat. Namun Dahlan sendiri belum mendapat cerita dari sang istri yang pecinta jengkol kalau harga bahan pangan itu melambung tinggi. (bn)

Konawe Selatan Optimalkan Kepentingan Rakyat

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2014 yang telah disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Selatan akan mengoptimalkan kepentingan rakyat setempat.

Dana Profesi Guru Di Kas Daerah Rp7 Miliar

Dana sertifikasi guru di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau sudah tersedia di bagian keuangan Pemerintah daerah setempat sejumlah Rp7 miliar, dan segera dibayarkan kepada guru di daerah.

Keluarga Kecewa Polisi Tembak Buaya Pemangsa Dela

Keluarga Dela Handayani, korban yang diterkam buaya di Sungai Sangatta, Kutai Timur, Kaltim, Jumat (29/8), mengaku kecewa karena seorang petugas polisi menembak buaya pemangsa adiknya.

Korban Buaya Di Sungai Sangatta Ditemukan

Seorang petugas keamanan PT Nawaraka Perkasa Nusantara yang hilang diterkam buaya di Sungai Sangatta, Kalimantan Timur, pada Jumat (29/8) sudah ditemukan pada Sabtu sore sekitar pukul 17.

Pelamar CPNS Di Kotim Kembali Dibuat Bingung

Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, yang hendak mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil, kembali dibuat bingung karena pendaftaran belum juga dibuka.